Tragedi Ujian

Tragedi ujian?! maksudnya…? hah.. gue aja nggak tau apakah ini bisa di kategori dengan kata ‘tragedi’.. What everlah..

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika kata ‘ujian’ dilontarkan. uhm…*jangan bayangkan coklat lezat.

Gue paling sebal klo masa-masa ujian.. semua terasa ‘sibuk’.. “Waduh, lagi ujian nih.” komentar teman-teman gue. seakan ujian merupakan ‘hari paling penting’ banget…

Ujian sama artinya bersiap-siap membuat ‘otak’ pusingg.. setidak itu bagi gue yang memiliki ‘otak payah’ 😦

Apapun negatifnya mengenai ”ujian” yang gue lontarkan.. tapi gue paling senang ketika ujian akhir semesterr. Kenapa? saatnya menghadapi liburannn!!!

Well, ngomongin Ujian. hari ini gue masih di sibukin oleh UTS. U know lah, ujian tengah semester. Hari pertama uts berlangsung cukup baik… meskipun tak luput dari ‘mengarang bebas’. Sumpahhh… bakat mengarang gue tersalurkan plus ‘ngaco’ tentunya :p

Hari kedua lebih ngaco. gue nggk belajar gara-gara buku sialan bernama novel ‘metropolis’. Mengalihkan perhatian gue full hampir 5 jam untuk menyelesaikan ceritanya. Alhasil baru tidur jam 12 malam. Ujian ke dua seperti tidak diharapkan…

Nah di hari kedua ini yang akan gue sebut ‘tragedi’… ngaco.  Sama seperti yang ngawas lebih ‘ngaco’ lagii… ditambah ke goblokan gue ngambil bangku paling depannn.. ( cari mati).

Gue menoleh ke belakang. ada seorang anak cewek. Mukanya cemberut sih… rada takut juga. Sebut saja dia tulip. (Sumpah.. gue nggak tahu namanya. dia angkatan 2007)… tapi gue nggak peduli siapa namanya. Gue peduli dengan rangkaian kata yang akan gue tulis dilembar jawaban nantinya. Gue nyengir.. memasang muka sok imut, meminta jawaban. dia hanya diam.. tanpa rasa berdosa gue ngelihat jawabannya. Sumpahh.. gue seperti ‘troublemaker’ baginya di saat mengerjakan soal. ( Sepertinya dia lagi mikir.. mimpi apa gue semalam ketemu si eka? :P)

Finally, pas no. 2… dia menutup lembaran jawaban dengan lembar jawaban kosong. gue pikir dia belum dapat jaw. no. 2 alias masih mikir… setiap beberapa menit gue ngeliat ke dia. Menanyakan… dia mengeleng kepala. lembaran jawabannya masih bersih.

Gue pusingg… bingung mo nanya ke siapa lagi. Karena dosennya ‘ngaco’.. alhasil gue izin bentar keluar kelas. beruntung…  pas di luar kelas ada seorang teman yang juga nggak gue tahu siapa namanya membawa print out bahan ujian yg sedang gue ikuti. Alhasil, gue minjam bentar. gue bawa ke w.c.. dengan mulut komat-kamit gue menghapal sebentar isi jawaban no. 2..

selang beberapa menit gue balik ketempat semulaaa.. gue lihat kembali ke dia. lembar jawabannya masih kosong. gue nulis bentar jawaban yang gue hapal. gue mo kasih jawaban ke dia.. bermaksud nolongi dia. tapi, gue nanyaa dia udah dapat belum jawaban no.2… lagi-lagi dia mengeleng. gue kembali ke kertas. menulis jawaban no.2 yang akan segera gue kasih ke dia. Tapi, sayangnya dia malah beranjak… mengumpulkan lembar jawaban dan kertas ujiannya.

Saya: ** bengongg… lho! * menatap heran*

tersadar beberapa detik.. *Njrit… kesimpulannya :Dia ngerjain gue, dia g’ mau nunjukin gue, dia sebel karena gue nyontek.. nanya-nanya n jadi penganggu baginya… what everlah!!

Tapi.. tiba-tiba gue mikir apa yang terjadi ke depannya… apakah ”gue akan menjadi topik pembicaraannya diantara teman-temannya mengenai saya yang suka nanya-nanya ke dia saat ujian berlangsung…?”

tidak apa-apa sesekali eksis di kalangan senior 😛

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s