Bulan: Desember 2012

Selamat Hari Ibu

Selamat hari ibu….

Saya tidak pernah mengucapkan kata itu di depan mama saya, atau biasa saya panggil Ama. Tidak pernah memberi kado dan melakukan hal-hal manis kepadanya.

Durhakakah saya? Atau ada yang salah dengan hubungan saya dan ‘Ama’?

Tidak (saya rasa). Seperti orang-orang kebanyakannya, saya mengagungkan Ama sebagai orang yang paling saya kagumi. Tapi, pada dasarnya tak ada manusia yang sempurna. Begitu juga Ama, dan saya tak mungkin mengumbar kekurangan orang yang saya sayangi.

Melupakan adalah jalan terbaik untuk tak kecewa pada kekurangan. Seperti itulah Ama mengajarkan ‘kehidupan’ yang terjalin di antara hubungan kami. Tapi, sejauh ini Ama adalah orang yang ‘tangguh’ melepaskan saya untuk berjalan keluar rumah sendiri. Meskipun jauh di dasar hatinya, ia (mungkin) tak menginginkan semua ini.

I love mom more than world.

* Tulisan ini seharusnya saya tulis pada 22 Desember kemarin.

Iklan

Ketika Semua Tak Lagi Sama

“Tak ada yang benar-benar berubah, hanya kehidupan yang menuntut kita untuk berjalan pada perubahan itu sendiri”

Kalimat itu lahir ketika seorang teman ‘menyeracau’ tentang perubahan yang terjadi dalam hubungan dunia pertemanan ini. ”Ternyata semuanya emang berubah ya,” ujarnya melalui blackberry messenger. Berubah yang ia maksud adalah pada pertemanan kami ini tidak ‘seseru’ dulu. Semua pada menjauh.

Ia lupa, bahwa dunianya sekarang –dunia saya– bukan lagi dunia kampus, dimana waktu dan komunikasi melalui tatap muka sangat sering terjadi. Ia lupa, dunianya sekarang– mungkin juga dunia saya– , membawanya pada kehidupan baru, suasana baru dan hal-hal yang baru. Ia lupa, bahwa sifat kehidupan tidaklah statis.

*****

Perubahan kehidupan yang dialami seorang –teman yang lain– membuat saya cukup ‘merenung’. Ketika ia tak lagi ‘mengajak’ saya berkomunikasi karena alasan kesibukan dunia barunya.

Saya tidak mempermasalahkan itu, pada akhirnya membawa saya pada pikiran ”bahwa cerita indah mengenai pertemanan itu hanya sebatas film dan novel,”

****

Saya, teman saya yang menyeracau, dan teman saya yang ‘putus’ komunikasi dengan saya (mungkin) adalah orang-orang yang masih mencari arah seperti apa hubungan pertemanan ini harus terjalin. (Mungkin) juga orang-orang yang masih harus belajar bagaimana menghadapi ‘ketaksamaan’ tapi masih merasa ‘sama’.

Depok, 2012