Ketika Semua Tak Lagi Sama

“Tak ada yang benar-benar berubah, hanya kehidupan yang menuntut kita untuk berjalan pada perubahan itu sendiri”

Kalimat itu lahir ketika seorang teman ‘menyeracau’ tentang perubahan yang terjadi dalam hubungan dunia pertemanan ini. ”Ternyata semuanya emang berubah ya,” ujarnya melalui blackberry messenger. Berubah yang ia maksud adalah pada pertemanan kami ini tidak ‘seseru’ dulu. Semua pada menjauh.

Ia lupa, bahwa dunianya sekarang –dunia saya– bukan lagi dunia kampus, dimana waktu dan komunikasi melalui tatap muka sangat sering terjadi. Ia lupa, dunianya sekarang– mungkin juga dunia saya– , membawanya pada kehidupan baru, suasana baru dan hal-hal yang baru. Ia lupa, bahwa sifat kehidupan tidaklah statis.

*****

Perubahan kehidupan yang dialami seorang –teman yang lain– membuat saya cukup ‘merenung’. Ketika ia tak lagi ‘mengajak’ saya berkomunikasi karena alasan kesibukan dunia barunya.

Saya tidak mempermasalahkan itu, pada akhirnya membawa saya pada pikiran ”bahwa cerita indah mengenai pertemanan itu hanya sebatas film dan novel,”

****

Saya, teman saya yang menyeracau, dan teman saya yang ‘putus’ komunikasi dengan saya (mungkin) adalah orang-orang yang masih mencari arah seperti apa hubungan pertemanan ini harus terjalin. (Mungkin) juga orang-orang yang masih harus belajar bagaimana menghadapi ‘ketaksamaan’ tapi masih merasa ‘sama’.

Depok, 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s