Komunitas Minang Landscaper : Berbagi Ilmu, Mengukir Keindahan Lewat Landscape

Sumatera Barat, Warta Komunitas – Sumatra Barat salah satu daerah yang tak diragukan lagi keindahan alamnya. Hal ini pun tak disia-siakan oleh komunitas pencinta fotografi lanscape, Minang Landscaper untuk mengeskplor keindahan alam daerah yang terkenal dengan masakan rendang ini.
“Apa yang kita tidak ada? Semua ada. Gunung, sungai, laut, air terjun bahkan pesawahan, dan sebagainya. Kenapa tidak kita angkat dalam suatu media mengenai keindahan Sumbar yang bisa dinikmati,”ungkap Jeriadi Pratama, salah satu pendiri Minang Landscaper saat ditemui di studio A.d.a, Balai Baru, Padang, Rabu (17/09).
Seperti yang diketahui foto landscape identik dengan hamparan pemandangan yang indah. Tak sekedar itu, foto landscape juga memiliki kemampuan dalam menterjemahkan nilai estetika dari sebuah pemandangan. Istilah landscaper mengacu pada pencinta foto landscape.
Minang Lanscaper sendiri merupakan komunitas yang lahir dari komunitas yang pernah ada yaitu Padang Landscaper yang sudah vakum. Atas obrolan tiga pemuda, Daniel Saputra, Rio Masriel dan Jeriadi Pratama untuk kembali membentuk komunitas pecinta Landscape maka lahirlah komunitas ini.
“Cakupannya minang ataupun diluar Sumbar tapi masih minang,” jelas Jeriadi. Ia pun memaparkan tujuan awal dari komunitas ini adalah merupakan wadah bagi teman-teman khususnya Sumatra Barat untuk saling belajar tentang landscape.
Kegiatan rutin komunitas yang baru berdiri 19 Juli lalu ini adalah hunting foto.“Biasanya kalau hunting sih pas lihat cuaca bagus dan spot-spot Sumatra barat yang sudah dibicarakan kemana,”ujar Daniel , ketua Minang Landscaper.
Biasanya sehabis mereka hunting foto, jika waktunya memungkinan hasil-hasil foto akan dibedah. Disinilah biasanya terjadi saling berbagi ilmu mengenai landscape baik itu mengenai trik maupun tips untuk mendapatkan hasil foto landscape yang bagus. Selain itu, dengan memanfaatkan sosial media facebook, hasil foto yang didapat juga di share dan di diskusikan lewat media tersebut.
Diakui mereka, facebook memudahkan untuk mensosialisasi mengenai komunitas yang memiliki anggota aktif sekitar 23 orang ini. Daniel pun juga menimpali lewat sosialisasi facebook mereka sudah mempunyai jaringan di Lombok, Bali, Bandung. Bahkan, baru-baru ini mereka kedatangan tamu dari China dan Korea Selatan untuk menikmati salah satu keindahan pantai di Padang. “Kami ajak ke nirwana dan taplau –tepi laut,” ucap Daniel. Rencananya, dalam waktu dekat ini Minang Landscaper akan mengadakan workshop November mendatang. Selain itu, mereka pun berencana mengadakan pameran pada ulang tahun pertama dengan bekerjasama dinas pariwisata sumatra barat tahun depan.
Tekait mengenai keangotaan, diakui keduanya tak perlu memiliki kamera canggih. Hal yang utama adalah memiliki kemauan untuk belajar dan berbaur dengan anggota lainnya. Selain itu, juga ada biaya Rp. 50.000,- untuk IDcard dan sticker tanda keanggotaan. Info lebih lanjut bisa berkunjung ke facebook dengan nama:Minang Landscaper. (Eka Hei)

*** The first time writing after 9 month never write again. This articel can see disini

And i wanna thank to my oldfriend , Huda for information about the community, Daniel and Jery from Minang Landscape and spesial to my cousin Filtra.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s