Selamat pagi, Bangkok

Part 2

Bangkok, 02 September 2015

 A Journey of a thousand miles must begin with a single step –Lao Tzu

            Perlahan saya membuka mata seiring dengan suara pengumunan bahwa sebentar lagi pesawat akan landing. Ada perasaan senang setiap kali pesawat hendak mendarat, tapi juga perasaan takut dengan efek getaran setiapkali pesawat menyentuh landasan. Saya kembali memejamkan mata, harap-harap cemas dengan jeda yang rasa cukup lama. Menanti kejutan dari landing . Sepuluh menit berlalu, belum ada tanda-tanda roda pesawat akan menyentuh landasan. Saya kembali membuka mata seraya menarik napas. Seorang bule wanita yang duduk di dekat jendela sedang mengabadikan sunrise di luar sana. Saya pun tak menyiakan kesempatan ini, sebuah lukisan Tuhan nan indah.

            “ It’s nice…” ucap bule tersebut. Saya pun mengangguk. Lewat kamera ponsel saya mengabadikan sunrise pagi ini. Setelah itu kembali menyandarkan punggung, bersiap untuk kembali memejamkan mata. Seorang pramugari menghampiri kami – saya dan bule tersebut. Menyerahkan kartu imigrasi yang harus di isi.

Sunrise di langit Bangkok
Sunrise di langit Bangkok (02/09/2015)

            Satu langkah berlalu, dan perjalanan yang sesungguhnya menyambut saya.

Bismillah….

****

Waktu menunjukkan pukul 09.35 A.M, ketika saya berjalan keluar bandara. Tak ada perbedaan waktu antara Bangkok dan Jakarta. Saya sempat bertanya dimana saya bisa mendapatkan bus A1 kepada petugas di Bandara, bus yang akan membawa saya ke daerah Mochit, salah satu stasiun BTS atau Bangkok Skytrain. Tujuan saya adalah kawasan Siam

Sampai di Mochit, saya pun mengikut arah lalu orang yang ramai berjalan, dengan asumsi saya saat itu mereka ingin menaiki BTS. Saya tak kesulitan dengan proses pembelian tiket naik BTS dengan melakukan pengamatan sejenak.

Berikut hasilnya :

  1. Tukarkan uang kertas dengan uang logam dengan menyatakan tujuan kemana. Biaasanya petugas akan me mix antara uang 10, 5 dan 1 . uang yang diterima oleh mesin.
  2. Kemudian, perhatikan peta/jalur stasiun yang akan di tuju di dekat mesin seperti mesin minuman –menurut saya lho. Ke Siam adalah tertulis 42, maka saya mememcet angka 42 baru memasuki uang logam.
  3. Lalu akan keluar kartu, yang nantinya berguna memasuki dalam stasiun.

Cara masuk ke dalam stasiun :

  1. Masuki kartu ke tempat yang tersedia ( jika bingung perhatikan orang-orang terlebih dahulu), kemudian kartu otomatis akan keluar di atas. Kamu ambil, kemudian pintu terbuka.
  2. Kartu itu jangan sampai hilang, sebab sama seperti commuterline , kartu itu berguna saat kita keluar nanti.
  3. Di bagian belakang kartu itu, ada petunjuk nama-nama stasiun/ jalur stasiun, yang membuat kita tak cemas. Perhatikan dengan seksama, dan dengar baik-baik setiap pengumuman yang ada.
  4. O ya, meskipun penguna BTS ramai, tapi mereka tertib lho. Mendahulukan orang yang keluar dulu. Dan, tentunya antri tanpa takut ketinggalan.
Tiket Bangkok Skytrain (BTS)
Tiket Bangkok Skytrain (BTS)

P.S lebih lengkapnya, ada tutorialnya di youtube lho. Searching aja 🙂

 Pengeluaran :

  • 1 bath : IDR 445

Don Mueng – Mochit BUS A1 : 30 Bath

BTS Mochit-Siam                   : 42 Bath

Air mineral                            : *sempat mengisi air di Drinking water bandara KLIA2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s