Menikmati ketenangan sore di Aonang Beach, Krabi

Klo ke krabi, hanya ada satu pantai yang gue suka, tapi lupa namanya. Kalau untuk kotanya nggak ada apa-apa sama sekali. Dia hanya punya tiger temple which I love so much.

Cerita Echa –seorang teman yang memiliki pengalaman travelling lebih dari saya — suatu malam di bulan Juni ketika saya bertanya soal pengalaman dia menjelajahi Thailand. Dari obrolan via chat message facebook, saya menangkap saran Echa untuk ke Phuket dan menikmati Phi-phi Island dan menskip rencana saya ke Krabi.

Sayangnya, H-1 sebelum keberangkatan, saya memutuskan untuk tetap ke Krabi dan menskip perjalanan ke Phuket. Alasannya, pertama saya melakukan perjalanan sendiri dan tak terbayang bagaimana rasanya terjebak diantara keramaian seorang diri. Kedua, saya tidak menyukai keramaian.

Lepas menikmati ragam patung lilin tokoh berpengaruh di kancah internasional dari berbagai bidang, saya melanjutkan perjalanan ke Monumen Victory. Seorang teman bilang di tempat inilah terdapat bus yang membawa saya ke Southern bus terminal, tempat dimana saya bisa menaiki bus ke Krabi.

Saya hampir putus asa menemukan bus yang menuju keterminal BTS Monumen Victory. Seorang yang saya kira bule ternyata orang Thailand –efek rambut di cat pirang, cuma menjawab : “I don’t know.” dan tidak terlalu paham bahasa Inggris saya. Saya pun memilih duduk lama di halte dan memperhatikan lalu lalang kendaraan. Hati saya ragu untuk bertanya pada segerombolan tukang ojek yang mangkal — pengalaman dengan tukang ojek Jakarta ūüė¶

Tapi, justru dari tukang ojek itu saya dapat titik terang, mereka menyarankan saya berjalan ke depan rumah sakit. Sesampai di tempat yang dimaksud, pikiran saya langsung melayang ke daerah Racho, kampung rambutan. Ada beberapa bus kota yang mangkal dan silih berganti. Dan seorang remaja Thailand yang tak sengaja mendengar pertanyaan saya ke seorang ibuk-ibuk pun berinisiatif menuntun saya ke pos — sejenis polisi dari dinas perhubungan mungkin. Dan, bertanya bus nomor berapa yang harus saya gunakan ke Southern Terminal.

Dan, lagi ketika di bus kota saya memilih duduk di sebelah seorang remaja Thailand. Saya pun membuka obrolan dan meminta tolong kepadanya dimana saya harus turun. Bersyukur, tujuannya saya lebih dulu dari tujuannya sendiri.

here we go!

****

Part 4

03 September 2015

Saya membuka mata, menatap jalanan dari kaca jendela bus tingkat. Laju bus mulai memasuki kota Krabi. Bus ini sangat nyaman dan kondekturnya seorang cewek yang berpenampilan ala pramugari. Pramugari bus itu pun menawarkan saya secangkir kopi setelah memberi tisu basah kepada saya. Sebelumnya, sore dan tadi malam ia membekali saya dua kali snack yang beris roti dan minuman susu serta air mineral.

Bus memasuki terminal krabi sekitar pukul 07.00 a.m. Seorang cewek langsung menghampiri dan menanyakan tujuan saya. Ia pun menuntun saya ke sebuah ruangan dan menawarkan untuk menaiki taksi. Dengan bahasa Inggris yang masih sulit saya terjemahkan tapi sulit untuk mengerti saya pun mendengar dengan seksama. Kemudian, saya mengeleng kepala dan meminta maaf ketika ia menunjukkan angka untuk naik taksi ke Aonang sungguh diluar budget saya.

Saya pun berjalan keluar, dan menelusuri jalanan terminal hingga ke pos security Disanalah saya bertanya, bagaimana ke Aonang? Ia pun menyarankan saya untuk naik Tuk-tuk — angkutan umum sana — yang sedang mangkal. Saya pun bertanya berapa ongkos ke sana.

Dan, di atas tuk-tuk — berbeda dengan tuk-tuk bangkok, saya melaju ke Aonang Beach. Menempuh jarak yang kurang lebih satu jam.

****

         Ada yang bilang, perjalanan yang berkesan, bukan kemana tujuan kita tapi dengan siapa kita melakukan perjalanan. Tapi bagi saya yang kerap terjebak perjalanan solo, berkesan itu menikmati proses perjalanan itu sendiri.

Setelah puas menikmati tidur siang, sore hari saya menelusuri pinggiran pantai Aonang sambil mencari agen tour untuk ke pulau. Dan, saya jatuh cinta dengan pantai ini. Tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu sepi. Pantainya tidak terlalu beda dengan Pantai Purus, Padang. Tapi, kebersihannyalah yang membuat saya jatuh hati.

Dan, bahagia itu sederhana. Menyaksikan kebahagiaan dari keluarga India ini
Dan, bahagia itu sederhana. Menyaksikan kebahagiaan dari keluarga India ini

Sebenarnya saya ingin menanti sunset, sayangnya langit tidak bersahabat kali ini. Saya pun bergegas berjalan menuju mesjid yang hampir dua kilo meter dari pantai Aonang untuk menunai sholat Maghrib. Lepas maghrib, sembari menunggu isya, saya pun memutuskan untuk menikmati makanan favorit saya, ” Tomyam”.

mesjid
Tangga menuju lantai atas, tempat sholat di surau yang terdapat di Aonang

Aonang di malam hari sungguh damai dengan ketenangannya meskipun beberapa cafe dijadikan pub dadakan. Mereka bernyanyi dengan tenang, dan saya pun berjalan dengan gembira menelusuri jalanan Aonang.

StreetFood Aonang Beach yang mengiurkan
StreetFood Aonang Beach yang mengiurkan

Tepat pukul 09.30 P.M, saya memilih untuk kembali ke hostel. Liem, turis asal China sekaligus teman satu kamar saya, masih asyik tertidur pulas. Seharian ini ia tidak keluar dari hostel.

” Have you eaten dinner, Liem?”

Ia berpikir sejenak. Saya pun menanyakan ulang dengan kalimat perlahan. Dan, ia pun membuat gerakan yang mengingatkan saya pada sosok Pegi di sinetron Gerhana.

” Ehm….” ujar Liem. Ia mengeluarkan kata yang sulit saya pahami.

Dan, giliran saya bingung. Saya pun memilih untuk tidur. Menutup tirai.

Pengeluaran :

BTS Siam – Monumen Victori : 35 Bath

Bus kota ke Southern          : 15 Bath

Makan di Southern               : 50 Bath

Bus Bangkok-Thailand          : 565 Bath

Krabi ke Aonang                   : 60 Bath

Hostel Ideal Best                  : 350 bath

Makan siang                         : 60 Bath

Dinner Tomyam                     : 90 Bath

Air mineral dan Jajan            : 30 Bath

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s