5 makanan wajib dibawa dalam perjalanan

Saya suka makan tapi tidak suka makan asap apalagi menghirupnya. Pengalaman dari beberapakali saya melakukan perjalanan mengajarkan saya apa yang seharusnya dibawa — termasuk tentunya bawa uang, dan apa yang harus ditinggalkan — dan jangan berpikir membawa rumah ketika melakukan perjalanan kecuali perasaan.

Bukan anak pramuka aja yang belajar tentang survival, sebaga pejalan mesti menguasai teknik survival biar nggak nangis disudut hostel karena kelaparan. Bukan soal kelaparan, tapi juga soal selera.

Terlahir sebagai orang Indonesia yang kaya akan bumbu rempahnya, apalagi lahir dan besar dengan lidah kuliner lezat Sumatra Barat membentuk saya memiliki karakter selera yang rada bawel.

Kelaparan bukan berarti tidak menemukan makanan atau tidak memiliki uang untuk makan. Tapi, lagi disebabkan soal selera –bukan berarti Indomie seleraku. Sebab, alkisah suatu hari pernah mengalami ada ragam makanan yang terlihat lezat waktu perjalanan ke Shenzen, tapi cuma bisa nelan ludah karena pas nyicip rasanya…

Nah, berikut 5 bahan makanan yang kerap saya bawa selama perjalanan — berlaku juga untuk perjalanan dalam negeri. Selain menyelamatkan selera, juga menyelamatkan isi kantong tentunya.

  1. Mie instan

Beberapa orang ada yang bawa pop mie, dan ada juga bawa Indomie. Lagi tergantung selera mau bawa yan mana. Tapi, bagi saya paling nggak makanan tempat itu, mie gelas. Sebab, mie gelas praktis bisa diseduh dengan menggunakan gelas hostel/guest house. Biasanya saya meletakan posisi mie gelas untuk survival di saat malam hari. Sembari menahan hawa dingin AC penginapan.

2. Sereal

Saya memilih energen jahe dan kacang hijau. Syukur-syukur kalau pihak hostel ngasih breakfast roti dan teh. Kalau tidak? Energen cukup membuat saya bertahan dari rasa lapar hingga siang menyambut selama perjalanan liburan ke Thailand kemaren. Posisinya tentu saja saya letakan di bagian sarapan.

3. Sambal

Jika ibumu berbaik hati seperti mama saya yang membekalkan dengan ayam balado atau udang dan syukur-syukur rendang dalam perjalanan saya ke Jakarta atau melakukan tour ke Shenzen dulu. Sayangnya, perjalanan ke Thailand tanpa seijin dan sepengetahuan beliau. Alhasil pilihan adalah sambal instan.

Untuk hal ini saya memilih sambal terasi ABC sachetan. Sambal ini berguna saat kamu tidak berselera makan, atau sulit menemukan makanan halal. Belilah nasi putih –Iya, jika ada nasi– seperti di Sevel. Juga cocok kok digabungkan dengan roti.

Saya memposisikan sambal di makan siang saya.

4. Kacang atau coklat superman

Kacang adalah kaya akan kandungan gizinya, begitulah ahli gizi menyebutnya. Jangan berpikir tentang jerawat, jika kamu masih berpikir soal perut yang tidak berteriak. Kacang teman disaat melepas lelah di sebuah taman atau sekedar duduk di halte bis. Begitu juga dengan coklat superman yang fungsinya sama dengan kacang. Mengatasi rasa lapar. Bukan untuk mengajakmu terbang sesaat ke rumah, menyantap masakan ibuk sebelum kembali meLakukan perjalanan.

5. Tolak angin/Antangin

Orang pintar minum tolak angin. Begitulah iklan mengatakannya. Tapi bukan termakan iklan– sebab saya tidak suka makan iklan, tapi obat ini ampuh sebagai survival disaat kamu merasa dinginnya tidur di bandara.

energen
Survival ala Eka

Dari lima makanan diatas tentu harus dibawa dari rumah, selain menyelamatkan isi kantongmu, juga akan kesulitan menemukannya. Percayalah harga tolak angin bisa dua kali lipat di bandara jika dibandingkan dengan warung depan rumah. – jelas iyalah ka..

Oh, ya jangan lupa berbagi ya ke teman-teman perjalanan yang kamu temukan dalam perjalanan. Saya waktu itu memberikan sambal terasi ABC ke bule asal Swedia dan bilang ini khas Indonesia. Sayangnya, ia menolak dengan alasan pernah sakit perut waktu nyoba sambal ketika tinggal di Semarang.  😦 *Lagi soal selera ka….

*** P.S : Ini berlaku untuk perjalanan singkat. Ssst… berlaku juga untuk anak kos.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s