Kado : Cerita Bersama Ajeng

Aku sangat terharu saat tiba-tiba beberapa hari sebelum pernikahanmu, kau menghubungiku — dan aku lupa kapan terakhir kali kita melakukan komunikasi. Aku bahagia, mendapatkan kabar bahagiamu bukan melalui perantaraan pemberitahuan di sosial media tapi dari ketulusan hatimu menyapaku lewat blackberry messenger , terlebih bukan pesan berantai.

Sayangnya, aku tak dapat berada ditengah prosesi hari bahagiamu– dan aku tak bisa membayangkan wajah sumringah bahagiamu bercampur rasa haru yang sangat. Akhirnya, dimana langkahmu mengukir sebuah kisah baru dan membangun keluarga yang indah.

Dan, jauh ribuan kilometer aku turut bahagia. Sangat bahagia *peluk*

Aku ingin menghadiahkanmu sepasang benda yang mungkin bisa berarti bagimu. Sayangnya, kau menolak halus tawaranku. Pada akhirnya, do’a terindah dari seorang teman adalah kado yang terbaik.

****

konyol
Acara pementasan dalam Rangka Hari tanpa TV

Aku lupa kapan pertama kali kita berkenalan dan menjabat tangan –dan rasanya tak ada jabat tangan saling menyebutkan nama seingatku–, memoriku cuma mengingatkan kalau kita sama-sama terjebak di kelas yang sama, Dasar-dasar Ilmu Jurnalistik. Apakah saat itu kita sempat duduk bersebelahan? aku rasa tidak. Paling, cuma sekedar menyapa dengan senyum.

Aku ingat jelas, disuatu siang kau duduk menyandar di koridor kelas. Mendengar musik dengan ponsel Nokiamu, kalau tidak salah bewarna biru bagian pinggirnya. Aku menghampiri dan bertanya kau sedang mendengar apa.

Mengejutkan. Kau mendengar lagu Sheila on 7, yang terdiri dari lagu lama mereka  saat kita duduk di bangku sekitar SD-SMP. Takjub menemukan list lagu mereka hampir satu album ada di file musikmu. Tak banyak obrolan saat itu.

Pertemanan kita tidak seakrab kisah persahabatan Cinta and genk ala AADC, atau tidak sedekat Kugi dan Noni ala Perahu Kertas. Tapi, kau adalah termasuk salah satu diantara teman-teman yang mampu mengisi cerita penuh tawa. Suatu hari kelak akan aku bagi kepada anakku jika merindukan masa-masa itu.

Memoriku tentangmu adalah larut dalam antusiasmu ketika membahas tentang tulisan, penulis dan buku. tiba-tiba aku rindu membaca tulisanmu di note FB saat dulu kita saling ngetag-in nama untuk sekedar membaca tulisan masing-masing.

Ingatanku tentangmu adalah gadis ceria nan jujur dan entah kenapa mau melakukan hal konyol.Aku tak mungkin lupa saat kita menghabiskan malam di Taman Menteng dengan kantong plastik besar menjajakan aneka snack yang sebenarnya untungnya tak seberapa dengan rasa lelah melintasi jalanan Lenteng Agung-Menteng.

Aku lupa isi obrolan saat kau memacu motormu di kawasan kuningan. Satu yang aku tahu saat itu kita berbicara tentang mimpi dan kehidupan. Kau termasuk salah satu teman yang menyenangkan dalam bercerita mengenai topik itu.

Aku cuma terdiam merasa bersalah saat kau terbirit-birit keluar dari ruangan setelah tertawa lepas saat kita latihan teater. Saat itu kau tak sengaja pipis di celana gara-gara ulah konyolku.

Selain ruang kelas, perpustakaan adalah teman dimana kita berbagi tawa dan cerita. Menceritakan banyak hal termasuk berbicara tentang orang lain — Aish, entah kenapa saat itu membicarakan orang seperti rekreaksi jiwa 😦

****

Teruntuk Ajeng,

Usiamu makin beranjak dewasa, pengalaman membuat pola pikiran dan sikapmu semakin bijak. Aku tahu kau gadis cerdas dalam menentukan setiap langkahmu. Dan, disini aku mengukir do’a terbaik untukmu, agar kau bahagia selalu bersama sahabat hati yang telah kau pautkan namanya di hatimu.

Tetaplah menjadi Ajeng yang jujur, ceria dan antusias.

Happy Wedding, Ajeng.

ajeng
Ajeng bersama umi, onic, dan sadryna, dan eka. Ayoo siapa yang nyusul ajeng dalam waktu dekat? 🙂

Salam bahagia

Temanmu yang masih menanti lahirnya novelmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s