Ransel dan kenyamanan beraktivitas

Saya dan Ransel adalah dua hal yang sulit dilepaskan dalam beraktivitas. Kampus, kerja, bahkan ke pasar sekalipun, rasanya ada yang kurang jika tak menyandang sesuatu padahal kadang isinya cuma pulpen satu doang. Berkat tas ransel juga saya dibilang ninja 😦

” Udah badan kayak anak SD pakai tas besar-besar lagi,” celetuk seorang teman.

Bukan satu dua orang yang protes dengan kebiasaan saya mengunakan ransel kemana-mana meskipun tidak sedang melakukan perjalanan. Saya akui, saya kesulitan menepati sesuatu pada tempatnya termasuk penggunaan ransel yang tepat. Soal selera pun saya dinilai buruk. 😦

Bagi saya jika ada satu ransel, maka ia digunakan sampai benar-benar butut. Tak peduli ke kondangan, ke pasar anti kaya, pasar anti sengsara, kampus, tempat kerjaan, dan interview kerja. Saat itu memang saya terlanjur membeli tas ransel cukup besar untuk pulang kampung dan berlanjut pada penggunaan sehari-hari.

” Ka, hati-hati ya, tasnya di arahkan ke depan. Kereta rawan!”

 ” Mana doyan copet dengan eka… belum tahu saja dia isi ranselnya apa’an.”

Obrolan beberapa teman saya tercetus begitu saja saat saya pamit kepada mereka mau pergi bermain ke daerah Cikini seorang diri beberapa tahun lalu. Saya pun mengangguk. Sedikit kurang nyaman sih dengan menyandang tas besar di bagian depan.

Dan, semakin berkurang sisa usia saya di bumi Allah ini, tersadar tentang cerita saya dan ransel selama ini. Senang menggunakannya, tapi mengabaikan kenyamanan baik bagi diri saya maupun orang lain. Mengabaikan beban berat yang kadang membuat bahu saya lecet karena tali. Mengabaikan mata orang-orang yang melihat betapa tidak indah saya dengan ransel besar. Dan… mengabaikan kesehatan pundak yang terasa pegal.

****

Daypack Fjallraven , Si simpel yang menjawab kenyamanan

Alasan karena tidak indah dipandang, terkadang menjadi alasan sebagian orang dari kaum saya tidak terlalu suka menggunakan ransel dalam penggunaan sehari-harian. Malahan menurut saya, tas-tas ala Syahrini yang kw sekian seperti made in mangga dua , model yang di kepit ke ketiak itu justru rentan dengan maling, bukan?

Nah ada baiknya kembali ke  cerita saya.

Di suatu siang yang biasa ponsel saya berbunyi dari pak JNE di desa kami untuk mengambil paket dari Langit Enterprise. Sebuah tas ransel dengan warna merah cukup membuat saya tersenyum tak henti-hentinya. Bukan karena ini barang reward dari tulisan ini — tentu ini perasaan senang yang tak perlu dijelaskan. Alasan pertama, warnanya adalah warna favorit saya. Kedua, tas ranselnya memiliki bahan yang bagus, ketiga simpel tidak ribet, ke empat tidak terlalu besar, kelima … sumpah ini bagus banget.

Daypack Fjallraven gituh lho!

Saya mengenakan tas ini dalam perjalanan ke ibukota. Tak ada kesan saya sedang melakukan perjalanan cukup lama saat menyandang tas ini — saya senang sebab tak ada rangkaian pertanyaan ingin tahu seperti biasa kalau saya menggunakan ransel besar. Dan, saya tidak terlalu suka pakai carrier.

Dari luar menggunakan Daypack FJallraven memang terlihat memiliki space kecil karena tujuan untuk aktivitas harian. Tapi, kepiawaian saya dalam hal packing-mempacking ( Oh, maafkan kesombongan Yoona!) dapat memuat tiga helai baju, laptop dan satu celana serta teman-teman yang lain.

20160123_143554_resized

isi perkakasan yang siap dimasuki ke dalam Daypack FJallRaven

Saya merasa seperti bocah SMA yang sedang melakukan kegiatan tepe alias tebar pesona di Mall saat memasuki bandara Sultan Thaha yang jauh lebih keren dari biasanya. Pun, ketika sampai di ibukota.

Saya senang dengan fasilitas tali ikat yang sebenarnya cukup ribet sih bagi yang suka memasuki semua barang ke dalam ransel. Buka lagi, tutup lagi, ikat lagi, lepas lagi … hehehe. Tapi, seperti contoh e-money dan ticket kereta serta uang saya terbiasa menaruh di dalam saku celana pun ponsel — bagian terakhir jangan ditiru ya jika tak punya jiwa waspadai akut.

20160123_144049_resized

Salah satu keamanan dalam menggunakan ransel. Ikatlah tali dengan ert biar nggak ada yang meraba-raba isi tasmu 🙂

Saya benar-benar seperti bocah dalam drama korea yang berjalan manja. Pundak saya terasa nyaman dan hati saya merasa aman tanpa perlu menaruh tas ke depan seperti kantong doraemon. Mengikat tali dengan erat dan mengait dengan seksama. Sejenak saya berpikir :” Kenapa tas ini tidak hadir ketika saya menjadi mahasiswa? Mungkin saya lepas dari image ninja yang sebenarnya tak ada hubungan dengan ransel. Ehm…. 🙂

20160123_143723_resized (1)

Space untuk laptop dan kantong kecil yang sangat berguna bagi koin-koin receh saya serta kartu penting lainnya seperti kartu atm dan ktp 🙂

Dan, terima kasih traveller kaskus dan  @langit.ent yang membuat saya merasa kemewahan ini. Sebab tak ada yang lebih mewah dari harga sebuah kenyamanan.

Info produk :

Merk :: Fjallraven
Type :: Greenland Small
Size :: 16L

Jika teman-teman minat silahkan kunjungi :

FB : Langit Enterprise

IG : @langit.ent

Keep travelling !

 

Iklan

7 comments

  1. Ah, sama. Saya juga ga bisa dipisahin sama ransel. Mau jalan2 ke mana, walaupun udah sampe di tempat tujuan dan turun dari mobil (punya temen), pasti si ransel tetep digendong ke mana2. Kaya ada yang ketinggalan kalo ga bawa ransel. Haha.

    Tapi menarik juga kayanya ransel bahan kain yang bisa dilipat. Ransel saya ‘bertulang belakang’ sih. Vertebrata. Jadi ya ga bisa dilipet walau isi tasnya cuma dikit. Kerasa agak merepotkan kalo masuk tempat sempit kaya kendaraan umum. Nice recommendation! Thanks!

  2. hehehe, baru tahu ada istilah ransel vertebrata.

    Sipp iyos, semoga suatu hari bisa menemukan ransel yang pas di hati dan tidak merepotkan 😀

  3. Hallo hanif… saya ragu utk menjawabnya heheh soalnya 14 inci itu seukuran apa. Laptop saya kira-kira 12 inci muat… dan masih ada space dikit.

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s