Terjebak Tidur di Bandara

Saya percaya, selama kita masih mengingat Allah, akan selalu ada orang-orang baik dalam perjalanan. Keyakinan ini membawa saya berani melakukan solo traveller dan mengabaikan rasa takut.

Mengabaikan bukan berarti tidak waspada lho! Saya juga percaya, kebiasaan membaca buku membentuk karakter pribadi yang lebih cerdas dan jeli dalam membaca situasi. Dan, saya rasa kita punya insting dalam hal ini. 🙂

Pengalaman tidur di Bandara bukanlah sesuatu yang baru bagi saya. Terminal 2F Soetta menjadi saksi kegelisahan saya menunggu penerbangan pagi. Menjadi mahasiswa rantau di salah satu universitas swasta di Jakarta, saya memiliki rutinitas pulang ke rumah minimal 2 kali dalam setahun– Jakarta-Jambi. Dan, seperti pesan mama saya untuk selalu mengambil penerbangan paling pagi.

Penerbangan paling pagi adalah pukul 06.00 wib, bisa saja saya melakukan perjalanan dengan Damri pada pukul 04.00 wib dini hari dari pasar minggu — Sayangnya, saya takut ketiduran. Mengunakan taksi bukanlah alternatif yang baik bagi kantong dan keamanan soalnya saya takut diculik, secara muka masih imut — okeh abaikan bagian terakhir!

Dengan alasan itu, saya melakukan perjalanan ke Bandara pukul 09.00 wib malam hari, dan langsung menuju bangku panjang sesampai di terminal 2F — di musholla juga bisa.*Sayangnya saya lupa foto pose terbaik tidur di bandara –terasa penting.

Dari beberapakali pengalaman tidur di terminal 2F, banyak ragam cerita yang dapat sesama mereka yang juga terjebak sama dengan saya — korban menginap di Bandara. Ada yang menunggu penerbangan ke Makassar, ke Lombok, dan ada yang pulang dari Arab.

Hati-hati Hipnotis

Suatu malam di 2014 ( saya lupa bulannya ) saya tersentak dari tidur ketika seorang bapak-bapak muda buru-buru mengemas barangnya di sebelah bangku saya. Dari apa yang saya tangkap , ia baru sampai di Bandara dan merapikan barang bawaannya. Di sela-sela terburu-burunya itu ia sempat menanyakan apakah sudah boleh masuk ke dalam apa belum.

Saya mengangkat bahu. Ia pun kemudian bercerita kalau ia trauma berada di luar bandara sebab minggu kemaren sempat kena hipnotis. Saya pun mengeryit dahi. Beberapa detik kemudian terperangah, ketika ia mengatakan berapa dollar singapura uangnya raib dan gadgetnya.

Usai mendengar ceritanya , saya cuma melongo. Menatap kepergiannya yang memasuki dalam bandara. Saya pun kembali tidur. Masih tersisa setengah jam untuk masuk ke dalam sembari menunaikan sholat subuh. Cerita serupa pun saya dapat pada penerbangan saya berikutnya, sekitar enam bulan kemudian. Biasanya, kalau pelaku tertangkap, dalam hitungan minggu, mereka tidak beroperasi untuk sementara waktu.

Tips  :

  1. Waspada terhadap barang bawaan, jangan memperlihatkan alat elektronik yang mewah.
  2. Ajaklah orang-orang sekitar untuk mengobrol ngalor-ngidur termasuk pekerja yang masih lalu lalang di bandara seperti cleaning service. Bersikaplah ramah.
  3. Bawa lotion anti nyamuk. Percaya atau tidak, terkadang ada satu atau dua nyamuk yang berseliweran
  4. Bawa kain sarung.

Dari Brem, keripik hingga Ice Cream Gratis di KLIA 2

Pengalaman yang menyenangkan sejauh ini adalah tidur di Bandara KLIA 2. Di bandara kedatangan ada spot menarik untuk merebahkan badan diatas karpet yang disediakan. Ada begitu banyak pelancong yang tidur di sini. Saya pun sempat mengobrol seru dengan bapak-bapak dari jawa yang berniat ke Brunei Darussalam ke esok harinya. Ia menawarkan ragam snack khas Jawa seperti keripik pisang dan brem yang ia bawa dari bandara Adi sucipto . Pun dengan ibuk-ibuk yang ada disebelah saya.

foto

Ais Krim Gratis Potong yang membuat hati merasa hangat

Di terminal keberangkatan pun, saya pernah ngemper tidur di lantai depan mart gituh arah mo jalan ke mushola dekat penerbangan domestik. Saya bertemu dengan gerombolan mahasiswa kedokteran salah satu daerah di Malaysia — lupa nama daerahnya. Did you know? mereka baru saja melakukan PKL di rumah sakit Malahayati , Lampung. Ada begitu banyak dus oleh-oleh keripik pisang coklat di trolley mereka. Kami pun mengobrol seru.

Mereka pun menawarkan Ice Cream.

Tips :

  1. Ada banyak spot menarik untuk tidur di KLIA 2, namun terkadang tidak didukung dengan colokan , kalau pun ada sudai ramai.
  2. Tetap saja, jaga kewaspadaan, kita tidak tahu kejahatan apa yang mengintai.
  3. Tersenyum ramahlah pada orang sekitar. Ajaklah mengobrol sekedar basa-basi sesaat.
  4. Jangan lupa mengunakan sweater agar tidak masuk angin.
  5. Jangan lupa bawa minyak kayu putih dari Indonesia, di KLIA2 mahal klo di rupiahkan. 😦

Kedinginan di Bandara Don Mueng

Saya melewati hari yang melelahkan, dengan kepanikan adakah bus menuju bandara sesampai saya di Mochit setelah perjalanan panjang antara Pattaya-Bangkok. Alhamdulillah masih ada. Saya langsung menuju toilet bandara dan bersih-bersih serta mengambil wudhu.

Sesaat memasuki Musholla Don Mueng, dingin AC langsung menyiksa. ini malam yang tidak saya inginkan. Usai sholat, saya pun mengambil tumpukan sajadah untuk menutupi kaki saya yang mengigil. Mulut saya reflek bergetar menahan dingin. Ya, itung-itung persiapan ke Eropa di musim salju. Hibur hati saya.

Saya tak sendiri, berapa traveller Malaysia dan Singapura pun ikut merasakan dingin yang menyiksa ini. ” Sejuk kali ya!” seru mereka.

Saya mengangguk.

Tips :

  1. Bawa sweater dan minyak kayu putih. Kapan perlu bawa salonpas atau koyo cabe.
  2. Jangan lupa bawa sarung.

Tetap jaga kesehatan

Usia saya memang tak bisa dikatakan muda, meskipun wajah berkata lain *rapikan jilbab*, tidur di bandara bukanlah pilihan yang baik untuk mendapatkan badan yang kembali fresh.

Tapi, selama kamu aware terhadap badan, insya Allah baik-baik saja. Seperti tetap menjaga perut agar tidak kosong dan selalu minum air putih.

Enjoy your holiday!

*Tulisan ini terinspirasi dari cerita Winni Marlina tentang pengalaman tidur di bandara

Iklan

12 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s