5 Buku Yang Berpengaruh Dalam Melakukan Perjalanan

Suatu ketika guru Bahasa Indonesia saya saat SLTP memberi tugas membuat biodata. Salah satu yang harus di isi adalah mengenai hobi. Saya menulis “bertualang”; tidak tahu bertualang seperti apa. Seingat saya saat menulis kata tersebut, bayangan saya langsung tertuju pada koleksi buku lima sekawan yang sangat saya gandrungi pada saat itu.

Buku adalah cakrawala dunia. Begitu orang bijak mengatakan. Buku bagi saya tidak saja mengenalkan pada dunia, tapi lebih dari sekedar membentuk karakter diri. Dan, perjalanan adalah membaca dunia sesungguhnya.

Serial Lima Sekawan Enid Blyton bukan satu-satunya yang mengenalkan saya pada kata ‘bertualang’ tapi ragam cerita pendek di Bobo dan cerita lainnya saya rasa juga ikut andil dalam perjalanan saya.

Dan, inilah beberapa buku yang mempengaruhi hati saya untuk melangkahkan kaki melihat dunia yang tak sekedar rumah :

  1. Serial Lima Sekawan — Enid Blyton
lima sekawa

Yang tersisa dari Koleksi Lima Sekawan

Mereka yang mengaku generasi 90’an mungkin tak asing dengan buku ini. Setiap cerita yang dirangkai Dick, George, Anne, Serta Julian — dan, Timmy;anjing George, meninggalkan kesan mendalam bagi saya.

Mereka melakukan petualangan yang seru dengan keberanian yang luas biasa. Seperti kata George : betapa membosankan hidup seseorang tanpa pernah melakukan petualangan — lupa ini dibagian judul mana. Ada rangkaian kisah yang dirangkum dalam judul seperti pulau seram, pulau harta karun, Rahasian Logam Ajaib dan sebagainya. Jika saat itu teman-teman saya mengandrungi Serial Goosebumps, saya justru hanyut dalam perasaan delusional ikut terlibat dengan petualangan Julian dkk. Bahkan saya mengimpikan punya seorang sahabat hati yang berkarakter seperti Julian.

2. Life Traveler — Windy Ariestanty

Saya jatuh cinta pada cara windy bertutur kata di buku ini. Seperti ikut tengelam dalam setiap monolog yang diungkapkan windy. Sejujurnya, saya agak lupa rangkaian cerita di buku ini mengingat saya membelinya pada 2011 lalu, serta kehilangan buku tersebut usai beberapa bulan membacanya — dan akan berniat kembali membelinya.

Tapi saya tak mungkin lupa pada keindahan windy dalam memaknai perjalanan lewat kata-kata yang syaraf makna  seperti : Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…”

Saya salah satu orang yang menjadikan tulisan Windy sebagai referensi ketika menghadapi writers block, membaca tulisannya saat masih aktif mengisi di blogspot — sejak pindah ke Tumblr dengan angka 13 itu, perlahan-lahan entah kenapa saya tak lagi mengunjungi blog windy. Bisa dikatakan saya belajar banyak dari tulisan Windy.

3. Naked Traveller — Trinity

naked

“worrying gets you nowhere,” Trinity

Saya mungkin satu diantara orang yang mengeryit dahi ketika membaca judul buku ini saat berkunjung ke toko buku. Tapi, itu semua tak menyurut keingintahuan saya untuk membuka halaman buku dan larut dalam setiap lembar cerita di buku tersebut. Lelah berdiri, membuat saya memutuskan untuk membeli.

Bagi saya membaca cerita di Naked Traveller seperti mendengar cerita seorang teman yang habis melakukan perjalanan. Seru !

Selain itu, juga saraf informasi yang tak terduga.

4.Garis Batas — Agustinus Wibowo

agustinus

“Jarak adalah sebuah garis batas, tetapi jalinan perasaan adalah penemubusnya.”

Pengenalan saya dengan Agustinus Wibowo lewat buku berjudul ‘Selimut Debu’ yang membuat saya berdecak. “Gila nih Orang!”. Sejujurnya, saya penasaran kehidupan seperti apa yang dialami oleh mereka yang terjebak di konflik perperangan. Apakah mereka masih bisa beraktivitas seperti makan, berjualan, dan bermain.

Agustinus memberi gambaran jelas setidaknya bagi saya tentang negeri Asia Tengah. Dan, diantara buku yang telah dituliskannya, Garis Batas adalah buku yang renyah dibaca diantara ragam emosi yang ditimbulkan dalam setiap cerita yang tersaji.

5. Travellous, Lost In Europe — Andrei Budiman

Sejujurnya saya tidak terlalu ingat tentang rangkaian kisah di buku ini kecuali ada sosok ling yang terdapat di buku tersebut. Yang saya ingat, saya menghabiskan dua jam kurang menuntaskan rangkaian kisah perjalanan Andrei.

Andrei menyajikan cerita yang berbeda menurut saya dalam menghadapi perjalanan itu sendiri. Dan, setiap orang punya cara yang berbeda dalam menghadapi hal-hal yang tak terduga yang ditemui di setiap perjalanan.

****

Travel Blogger — Dora The Explorer Sesungguhnya

Selain buku-buku tersebut, Saya tidak bisa menampik peran teman-teman Travel Blogger yang dengan baik hati menyajikan cerita perjalanan mereka yang sangat detail. Perjalanan solo Traveller saya ke Thailand tahun lalu tanpa bisa terwujud kalau bukan saja berkat informasi yang disajikan lewat cerita teman-teman Travel Blogger.

Bagi saya mereka seperti karakter Dora dalam Dora The Explorer , gadis yang baik hati yang selalu membantu teman dalam setiap penjelajahan mereka.– Sebenarnya lebih tepatnya sih seperti petanya Dora *lalu ditimpuki peta*

Kuamang Kuning , 09 Mei 2016 di tengah kekeringan ide untuk menulis.

Iklan

8 comments

  1. Slain buku, banyak jg faktor org2 mlakukan perjalanan. Dan kebanyakan pengeliling indon yg saya kenal, hal yg paling berpengaruh utk melakukan perjalanan adalah panggilan hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s