Sabtu Pagi di Seocho Flea Market

Bagi saya hidup dimulai ketika aktivitas pasar mulai bergeliat ditengah suara kokok ayam dan adzan yang mulai bergema. Betapa saya menyukai suasana pagi seperti itu yang perlahan entah kenapa memudar dalam kehidupan saya. Saya teringat masa kecil dulu, rasa senang disela ngantuk memperhatikan aktivitas pasar raya Padang dari dalam truk saat adzan mulai berkumandang dari mesjid Muhammadiyah. Saat itu, saya sedang menemani Pak Aie, kerabat ayah saya, membongkar muat jengkol dan nangka yang kami bawa dari daerah transmigrasi Jambi. Ini mungkin menjadi alasan kenapa saya menyukai suasana pasar.

Saya mengunjungi Seoul di pertengahan November yang dingin menusuk dengan kondisi badan yang masih remuk akibat kecelakaan lalu lintas yang saya alami sehari sebelum penerbangan. Pikiran saya masih kalut terpaku pada perdebatan dengan sang ayah yang menyuruh saya segera menikah beberapa hari lalu. Tersadar pada itinerary yang tak ada dan tujuan yang tak pasti, satu-satunya keinginan saya saat itu adalah bermain di pasar tradisional kota ini –entah untuk apa.

dsc03413
Senja di pinggir sungai Han, Hangang Park, Seoul

Sayangnya, saya terlalu lelah setelah semalaman menelusuri Hangang Park dengan berjalan kaki dari Itaewon sehingga mengabaikan membuat itenerary kemana tujuan keesok harinya. Alhamdulillah, di tengah kelelahan, kamar saya kedatangan tiga mahasiswi yang satu diantara mereka berasal dari Indonesia.

Paginya, usai menunaikan sholat subuh — tadinya saya ingin menelusuri Itaewon sesudah sholat subuh di mesjid, sayangnya saya tertidur pulas 😦 –, iseng saya menanyakan tujuan mereka.

Flea Market.

Saya pun menawarkan diri untuk ikut dalam perjalanan mereka. Sesuatu yang menarik. Pasar barang bekas yang ada cuma di hari Sabtu. Bersama Firza dan Saidah, Mahasiswa Ulsan dari Malaysia, serta Mbak Rani Mahasiswa Ulsan dari Indonesia saya memulai Sabtu pagi yang menyenangkan.

Seocho Saturday Market ; Pasar Loak Tertua di Korea

Sebenarnya ada begitu banyak Flea Market yang diadakan setiap hari Sabtu yang tersebar di Seoul. Flea market bisa dikatakan pasar loak tapi seperti bazaar. Sejenak saya teringat pada Sunday Morning UGM Yogyakarta , bedanya di UGM diadakan minggu pagi dan bukan secondhand stuff.  Saya hanya mengikuti langkah Firza, yang menjadi tour guide.

dsc03458
Penjual tanaman pun ada di Seocho Saturday Market

Di kemudian hari, saya baru tahu kenapa pilihannya adalah Seocho Saturday Market. Ternyata Flea Market ini merupakan terluas dan tertua di kota Seoul yang mulai ada sejak tahun 1988. Beroperasi dari mulai pukul 09.00 pagi hingga 03.00 sore, pasar ini menjadi favorit sebagian orang Korea untuk mencari barang dengan harga relatif murah.

Saya bukan tipe orang yang betah berlama-lama dalam hal berbelanja, namun melihat ragam barang yang dijual menarik hati, kaki saya menghampiri satu persatu tenda. Senyum manis Ahjumma dan Ahjusshi menyapa saya. Keterbatasan bahasa tak jadi hambatan untuk melakukan transaksi jual beli. Mengandalkan jari dan kalkulator saya mendapatkan sebuah jacket yang akhirnya saya jual sesampai di Padang.

dsc03451
Mendapatkan senyum ramah Ahjumma dan Ahjusshi ini ; masih tega nawar??? — Sepatunya sudah murah juga 🙂

Tak saja baju, peralatan dapur pun ada di tempat ini. Saya sempat terpaku pada stand buku, sayangnya bertulis hangeul. Oh, ya tempat ini bisa juga menjadi alternatif untuk membeli oleh-oleh. Kan pada nggak nanya ini baru atau bekas. *eh

dsc03442
Tersesat yang disengajakan ; Lost in Seocho Flea Market.

” Ini lu jual 200 ribu laku Ka!” seru Mbak Rani saat menemuikan coat cantik. ” Lu tinggal laundry aja.”

Otak dagang saya pun bekerja, tapi …. tersadar saya tak bawa koper. Untuk perjalanan sembilan hari saya cuma mengandalkan tas ransel Jan-sport yang berisi tiga helai baju yang saya bawa. Satu sisi, tentu saja kondisi keuangan menjadi kendala juga.

Saya pun mengurungkan niat. Berjalan keluar area Flea Market. Menghirup udara pagi seraya melempar pandangan. Dari informasi yang saya dapat, sebagian dari mereka ada pedagang yang regular dan ada juga dadakan. Mereka mengumpulkan barang bekas yang layak digunakan kembali baik itu milik pribadi atau tetangga. Untuk membuka lapak di sini  harus mendaftar di website resmi Seocho terlebih dahulu, dan itu harus jauh-jauh hari sebab peminat yang ingin buka lapak banyak agar mendapat tempat.

dsc03450
Seocho Flea Market

Lelah berkeliling, di sepanjang jalan depan Flea Market ada banyak caffee yang bisa kamu singgahi. Sayangnya, selain budget saya terbatas sekedar nongkrong manis di caffee, Firza membatasi waktu kami di Flea Market. Sebab, perjalanan masih terus berlanjut. Ehm… tiba-tiba saya teringat, sejauh hasil pengamatan dari menghampiri satu persatu pedagang di Flea Market, ternyata tidak semua barang merupakan barang bekas. Yah, tak ada salahnya mencari oleh-oleh di sini.

dsc03453
Belanja Sampai Puas di Flea Market

Akhir dari sebuah perjalanan
Mendarat di sudut pertokoan
Buang kepenatan 

” Belanja Terus Sampai Mati” — Efek Rumah Kaca

Menuju ke Seocho Saturday Flea Market : 

  • Gunakan Subway Line 2 atau Line 4 tujuan Sadang Station (Exit 14)
  • Belok kiri dan jalan lurus sampai kamu menemukan pasar ‘dadakan’ di sepanjang Jalan yang disediakan/ menemukan keramaian.
  • Jika ragu, bertanya lah pada dua atau tiga orang di sana agar tidak tersesat. 
Iklan

16 thoughts on “Sabtu Pagi di Seocho Flea Market

  1. Mencari barang bekas memang seru. Apalagi kalau ketemu barang yang sangat kita inginkan, dengan harga yang sangat murah. Berasa menang banyak. Kalau saya sih beli barang bekas untuk dipakai sendiri, jarang yang dijual lagi, haha. Mungkin saya memang tidak punya insting bisnis, haha. Tapi ibarat kata pakaian bekas yang ada di sini itu kiriman dari Korea, kayaknya pakaian bekas di sana punya kualitas yang jauh lebih baik, kan.

  2. Berjalan keluar negeri di luar tempat-tempat wisata dan kulinernya memang asyik juga, kayak ke flea market ini. Iya siapa tau ada brand luar yang walau 2nd tapi masih keren banget.

  3. wah di korea ada flea market juga…menarik bangettt

    tapi kalo mau dijual lagi sebaiknya diberitahukan ke buyernya kali ya mba kalo itu barang used hehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s