Busan : Kota Pelabuhan Nan Menakjubkan

Bayangan mengenai kota pelabuhan dengan pemandangan ragam kontainer, kapal dan kesibukan yang membosankan terbantahkan begitu saja saat kaki menelusuri jalanan di Busan.

Kesan aman dan tenang saya rasakan sejak pertamakali menginjak kaki di Busan suatu malam awal November nan dingin. Ketakutan akan penipuan supir taksi buyar seketika saat sang supir dengan susah payah mencari alamat hostel hanya mengandalkan nomor telpon hostel yang saya berikan melalui GPS mobilnya – tak ada niat menipu di wajahnya yang mulai keriput, pun dengan sepasang anak muda yang mengantar saya ke depan pintu masuk hostel saat saya kebingungan menemui pintu menuju hostel.

Ketika sinar mentari menyapa pagi pertama saya di kota terbesar kedua di negeri ginseng tersebut dengan angin yang cukup membuat tubuh ini  mengigil, namun terabaikan begitu saja saat melihat senyum sepasang kakek nenek yang saya jumpai tak jauh dari stasiun Haeundae. Kehangatan menjalar di seluruh tubuh, saat langkah kecil ini memutuskan menelusuri jalanan Haeundae secara acak. Menikmati pembangunan kota yang hampir bersaing dengan sang ibukota, Seoul. Gedung-gedung bertingkat menarik perhatian dengan ragam keunikan yang mengagumkan.

DSC02943
Rooftop hostel yang menyenangkan

Menghirup udara dingin nan menyegarkan, saya melintasi pasar Haeundae yang tertata rapi dan bersih. Menikmati aktivitas pasar nan menyenangkan dengan ragam interaksi sosial. Muka-muka semangat melakukan kegiatan terpancar di wajah para Ahjumma – sebutan untuk wanita berumur – tanpa mempedulikan udara dingin. Lewat lensa kamera, saya membekukan satu momen kehidupan humanis yang menenangkan tersebut.

DSC02951

Beranjak dari pasar saya berjalan menuju pantai. Pagi itu tak ada aktivitas yang berarti, pesisir Haeundae tampak lenggang. Beberapa dari mereka benar-benar menikmati minggu pagi dengan kegiatan menyenangkan. Bersepeda dengan pelan, berjalan dengan santai, bercengkrama dengan sang buah hati, dan bersama orang terkasih menikmati debur ombak nan tenang.

Burung-burung camar pun tak kalah riangnya, beterbangan seolah mengajak ikut serta menjadi bagian dari aktivitas kegembiraan tersebut. Sebuah harmonisasi kehidupan diantara lautan pasir Haeundae, saya pun melepas pandangan lepas. Menikmati denyut kehidupan kota, sejenak mengabaikan fakta tentang Busan adalah kota Pelabuhan tersibuk se Asia.

DSC02909

Fisheries Science Museum

Terletak di muara sungai Nakdong yang mengalir sepanjang 700 KM dari pendalaman semenanjung Korea, Busan dikelilingi oleh lautan di tiga sisinya yang menjadi daya tarik kota ini sebagai obyek wisata pantai. Keadaan geografis ini juga menjadikan Busan sebagai kota pelabuhan yang berkembang cukup baik. Bahkan masuk dalam jajaran salah satu dari tiga pelabuhan tersibuk di dunia.

Sebagai kota pelabuhan, Busan memiliki budaya kelautan dan menyimpan cerita sejarah yang menarik. Memanfaatkan Bus City Tour yang di beri nama BUTI ( BUSAN City Tour) di depan Haeundae Beach dengan tiket seharian 15.000 Won saya memilih menghabiskan waktu lama di Fisheries Science Museum ; sekedar menemui cerita kelautan Busan.

DSC02991

Sebuah bangunan yang cukup besar dengan taman dan halaman yang luas tertata sangat bersih serta rapi. Saya menjumpai suara riang segerombolan yang saya perkirakan siswa sekolah taman kanak-kanak di depan pintu masuk sedang mengikuti tour bersama dua orang guru mereka.

Seorang petugas informasi menyapa dengan senyum ramah dan mempersilahkan untuk menjelajahi museum ini tanpa dikenakan biaya apapun. Saya tak dapat menyembunyikan ragam decak kagum melihat koleksi museum yang ditampilkan dengan perpaduan teknologi yang membuat saya menarik napas ; Andai di Indonesia ada museum seperti ini mengingat negara kita termasuk negara maritim.

DSC03007

Beberapa tanda memberitahu kemana langkah ini harus melangkah. Melihat sejarah kegiatan kelautan dari menangkap ikan dengan jala hingga menggunakan teknologi canggih. Miniatur kapal yang sederhana hingga yang modern. Beberapa layar ragam aquarium dengan koleksi ikan nan unik pun saya jumpai.

DSC03017

Dibangun pada 1997 Fisheries Science Museum merupakan museum perikanan yang pertama di Korea Selatan dengan tujuan sebagai pusat untuk mempromosi ilmu pengetahuan mengenai kemaritiman. Terdiri dari beberapa bangunan, museum ini memberikan gambaran yang menarik mengenai teknologi perikanan dan peralatan maritim hingga pameran mengenai ikan hiu. Selain itu, juga disediakan sebuah ruangan dimana pengunjung dapat belajar bagaimana mengoperasi kapal laut.

Memanjakan lidah di pasar Bupyeong Kkantong Yasijang (Night Market)

Malam mulai beranjak, gemerlap lampu menghiasi perkotaan Busan ditengah suasana hujan yang baru saja reda. Sejenak saya merasakan suasana romantis menelusuri jalanan di kawasan Nampodong.

DSC03146

Busan tak saja berkembang menjadi kota Pelabuhan dan Metropolitan yang menakjubkan, tapi juga sebagai kota penuh kreativitas. Jangan lupakan mengenai Festival Film Internasional Busan, Festival Film terbesar di Asia yang setiap tahun diselenggarakan. Saya pun sempat melewati kawasan BIFF (Busan Internasional Festival Film) dengan keindahan lampu dan beberapa streetfood dengan tenda bewarna merah ; mengingat saya pada pecel lele di jalanan Jakarta.

DSC03142
siapa yang tega buang sampah plastik di jalanan ini? *hiks

Dari kawasan BIFF saya melipir ke Bupyeong Kkangttong Yasijang ( Night Market), sebuah pasar yang  sudah ada sejak tahun 1910. Awalnya merupakan pasar tradisional biasa, namun berjalan waktu pasar ini berubah menjadi pasar malam yang dipenuhi aneka jajanan pasar dari berbagai negara. Kata Kkantong sendiri mengacu pada makanan kaleng yang saat itu banyak di jual di pasar ini ketika jaman perang Korea masih berlangsung.

DSC03260

Maya, seorang mahasiswa Pusan Nasional University asal Bandung yang tak sengaja saya temui di kawasan Jung-gu – tempat saya menginap, bersama keluarga kecilnya mengajak saya menelusuri tiap  sudut Bupyeong Kkangttong Yasijang ( Night Market) yang dipenuhi dengan aroma makanan mengoda imam.

DSC03266

Saya melihat hal yang sama seperti di Indonesia — keramahan– saat Maya dan keluarga kecilnya saling menyapa beberapa pedagang makanan. Maya pun bercerita, dulu ia sempat bekerja part-time dan menjual mie goreng di tempat ini. Ia pun suka tukar makanan dengan salah satu Ahjumma yang jualan makanan tradisional khas Korea yang sempat ia sapa di pasar Bupyeong Kkantong Yasijang.

Malam itu, Maya mentraktir saya beberapa jajanan pasar yang mengiurkan. Membekali kebab dan kue khas Busan yang isinya kacang merah untuk perjalanan saya ke Seoul. Kehangatan keluarga Maya membuat saya lupa pada dinginnya Busan Malam itu. Tersisa adalah rasa kekaguman yang menakjubkan tentang Busan nan Indah. (eka)

 

 

Iklan

9 thoughts on “Busan : Kota Pelabuhan Nan Menakjubkan

  1. Eka, aku suka banget paragraf-paragraf awal di tulisan ini. Bisa ikut merasakan kehangatan yang kamu ceritakan.

    Btw, memangnya stereotip kamu buat kota ini kayak gimana? Jujur, aku pribadi lebih merasa aman solo traveling di negeri orang daripada negeri sendiri, hahaha.

  2. Terima kasih Matius.
    Aku pikir Busan itu seperti kota daerah pada umumnya. Jauh dari kesan metropolitan dan cuma ngandalin pantai doang, ternyata … keren ! Sempat terpana sama jalan layangnya dan jembatan yang menakjubkan.

    Hehehehe… makanya aku bingung kalau terjebak solo traveler di Bandung atau yogyakarta — bahkan sekelas kota Padang sekalipun. Entah kenapa di negeri orang merasa aman dan nyaman aja jalan seorang diri. 🙂

  3. Aku malah sebaliknya. Kalau bukan karena blogwalking, nggak akan tahu Busan punya pantai. Taunya kota metropolitan dan terbesar kedua di Korea Selatan, udah modern, udah punya subway, haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s