Romantisme Korea di Kawasan Hongdae, Seoul

Korea hadir di Indonesia dengan cerita romantisnya lewat drama dan mimpi yang mengagumkan untuk bisa plesiran ke negara Ahjushi Goblin tersebut bagi mereka yang terperangkap dalam virus Hallyu. Termasuk Saya.

jjy

Saya mengunjungi Korea Selatan ketika negara ini sedang bersiap memasuki musim dingin di pertengahan November tahun lalu. Tak ada ekspektasi khusus terhadap negara tersebut. Ya, virus Hallyu yang sempat merasuki jiwa beberapa tahun lalu memudar seiring realitas hidup yang seharusnya saya hadapi di usia yang tak lagi muda. Dan hal ini tentu berimbas pada antusias saya terhadap negeri gingseng tersebut berkurang tersisa hanya rasa penasaran terhadap suasana kotanya. Tak ada itinerary yang pasti bagaimana semestinya saya menikmat waktu di tempat ini.

Ketinggalan jadwal kapal Feri untuk menelusuri Sungai Hangang agar bisa melihat keindahan kota Seoul, saya pun beralih ke Hongdae tanpa ekspektasi apapun – saat itu saya menghadapi kebosanan suasana hiruk pikuk perkotaan khas metropolitan yang sibuk.

DSC03537

Dentuman suara musik yang sangat familiar di telinga menyambut kedatangan saya saat beberapa langkah keluar dari Subway Station. Kebisingan, lalu lalang orang-orang yang berjalan santai, dan semarak lampu pertokoan berbaur menjadi satu dalam sebuah harmonisasi geliat kehidupan yang menyenangkan; Hongdae. Perlahan rasa jemu pada kehidupan perkotaan menguap begitu saja.

Sambutan Yang Menyenangkan dari Street Dancer di Hongdae

 Bang..bang..bang

            pangya ppangya ppangya

            Alunan suara G-Dragon dan kawan-kawan sesama personil Bigbang menghentak salah satu jalanan di Hongdae, sebuah daerah dimana terletak sekolah seni terkemuka , Hongik University , Sabtu malam itu. Saya melangkah mencari sumber musik tersebut. Kerumunan anak muda terlihat menambah rasa penasaran. Sebuah atraksi dance sedang dilakukan tiga pemuda dengan gerakan tubuh yang cukup mengagumkan.

DSC03544.JPGYa, Korea menghipnotis lewat boyband-nya yang memukau dengan atraksi kekompakan gerakan tubuh. Gerakan yang seirama itu pun diikuti musik nan riang yang mampu membawa budaya pop Korea di kancah internasional. Gelombang korea hadir ditengah teriakan mereka yang terperangkap pada pesona rangkaian cowok dengan wajah menyegarkan tersebut ; khas idol Korea.

Tak terkecuali di negara asalnya, tiga cowok kurus dihadapan saya tanpa lelah mengerakan tubuhnya dengan lincah mengikuti iringan musik. Mereka bukanlah Idol kpop. Namun, atraksi yang dilakukan di jalanan Hongdae menarik perhatian puluhan pemuda pemudi yang sedang menikmati sabtu malam. Teriakan penuh kekaguman dan tepuk tangan saling bersahutan setiap kali tiga dancer itu melakukan gerakan memukau.

DSC03539.JPGSaya pun larut dalam alunan musik dan pemandangan yang menyenangkan tersebut. Perlahan jiwa Kpop yang luntur mulai bangkit lagi. Reflek badan saya ikut bergerak.

Hongdae dan pusatnya Budaya Seni Urban

Hongdae bisa dikatakan distrik penuh energik khas anak muda. Nama Hongdae sendiri merupakan akronim dari Hongik Daehakgyo. Keberadaan yang terletak di sekolah seni terkemuka di Seoul, menjadikan kawasan ini terkenal dengan seni urbannya.

Ada banyak ragam festival seni jalanan, pertunjukan dan konser musik kerap menghiasi sudut area Hongdae. Kawasan ini juga dikaitkan dengan musik indie, dimana para seniman mencari gaya khas uniknya masing-masing dan tidak sekedar mengikut trend budaya populer yang ada. Bisa dikatakan distrik ini adalah kiblatnya budaya urban anak muda Korea.

DSC03599.JPG

Hongdae adalah pusat kebebasan berekspresi khas anak muda nan kreatif. Semakin malam, daerah ini semakin bergeliat ; lalu lalang anak muda, suara musik jalanan, dan pendar lampu pertokoan. Saya pun larut dalam keriuhan kawasan tersebut. Berjalan santai menelusuri jalanan Hongdae. Hingga terpaku pada sebuah taman. Dua orang sedang asyik akuistikan. Sementara beberapa meter dari mereka seorang pemuda sibuk dengan mic nya ; bernyanyi merdu.

Hongdae juga diidentikan dengan musisi underground yang memiliki khas tersendiriBerada di Hongdae mengingatkan saya pada musisi rock sekaligus member salah satu variety show Korea, Jung Joonyoung yang pernah berada dalam musik Indie Hongdae dengan group band Flower Mist kala itu. Apalagi ketika beberapa pemuda melintas dengan menyandang gitar dibahunya. Ah, Jung Joonyoung!

jjjy

Pusatnya Fashion dan Kreatif Dunia Anak Muda

DSC03575

Hongdae tak saja hadir dengan urban art nya, tapi juga keberadaan ragam pertokoan fashion, kafe, restoran dan hiburan malam menambah semarak dunia yang mengairahkan khas anak muda. Saya lupa pada kepenatan badan yang saya rasakan, kaki ini terus berjalan dengan acak menelusuri tiap sudut Hongdae. Bahkan rasa penasaran terhadap daerah ini, membuat saya memutuskan memisahkan diri dengan travelmates saya yang hendak segera pulang ke hostel karena malam semakin larut.

DSC03573Fashion dari mulai busana, tas, sepatu dan aksesoris terkini maupun vintage khas anak muda memanjakan mata di sepanjang pertokoan yang saya lewatkan. Menariknya adalah masing-masing interior dari pertokoan di Hongdae terlihat unik, lucu dan memiliki ciri khas tersendiri.

Berbeda dengan Myeondong, aktivitas lalu lintas orang di Hongdae terlihat santai. Beberapa pasangan tampak saling mengenggam tangan. Berjalan menikmati pendar lampu pertokoan dan romantisme malam. Beberapa penjual kaki lima aksesoris seperti cincin menghiasi jalanan tersebut. Agaknya mereka tahu segmentasi di Hongdae sebagai tempat hang out kawula muda. Kreatifnya adalah cincin tersebut bukan terbuat dari emas, tapi sejenis aluminium atau logam atau perak gituh – saya tidak terlalu paham juga– yang bisa diukir dengan nama pasangan.

DSC03592Selain itu juga ada ada cincin karakter toko kartun yang terbuat dari plastik – mengingatkan saya pada cincin hadiah snack kala sekolah dasar dulu. Dari cerita yang saya dapatkan kawasan ini juga kerap diselenggarakan pasar HeeMang (pasar loak) yang diadakan oleh para seniman muda.

DSC03549.JPGMalam benar-benar makin larut, saya pun memutuskan dengan berat hati beranjak pergi meninggalkan keriuhan Hongdae. Sepanjang jalan saya melihat beberapa barang couple dijajakan yang membuat saya menelan ludah (baper!). Tersadar mengenai romantisme kehidupan yang tiba-tiba saya rindukan : menikmati dramaqueen khas usia early 20-an. Ibukota korea Selatan, terutama di distrik Hongdae masih saja menyisakan hal yang sama dengan cerita drama mereka yang mendunia di luar sana : Romantisme kehidupan pasangan. (Ekahei)

 

Iklan

4 respons untuk ‘Romantisme Korea di Kawasan Hongdae, Seoul

  1. Banget… niat awal mo tidur pukul 10 malam eh kebablasan ampe dini hari gara-gara stalking idol plus teman-temannya.

    Heheh harus ke Hongdae kalau ke Seoul gie 🙂

  2. Sampai sekarang aku masih antusias sama Jepang dan Korea, Ka. Meski mulai terkikis usia. Kadang-kadang, saat mood lagi K-pop banget, aku bisa terus-terusan ngepoin boyband baru berhari-hari sampai ngabisin kuota 😀

    Hongdae jadi destinasi wajib kalo gue ke Seoul nih.

  3. Terima kasih kak.. heheh apa mungkin karena efek malam minggu kali ya kak, makanya banyak muda-mudi yg lagi berkeluyuran di Hongdae hehehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s