Pantai Morgan Bangau Putih dan Definisi Bahagia Sederhana

... tentang langkah yang tak seharusnya berhenti.

20200927_073759
                                                               

2020 adalah tahun dimana menyadarkan saya pada realitas baru akan pandemi yang mengubah wajah kehidupan dunia dengan ragam emosi yang tak terkatakan. Saya — Kita mungkin sudah memasuki masa kejenuhan dengan kondisi seperti ini. Tapi, setidaknya bersyukur masih bisa menghirup oksigen dengan baik, membau sabun mandi bahkan bau badan sendiri dan menikmati waktu sendiri di rumah. Cuma, yah kita perlu menjaga kewarasan diri dari arus informasi yang bikin melelahkan dan kebencian tak beralasan, semisalnya teori konspirasi.

Berada di rumah berbulan -bulan dengan kehaluan bersama opa-opa Korea alias marathon drakor ternyata tak melulu memberi dampak kebahagiaan bagi saya. Ada kebosanan kala menyadari tubuh saya mulai mengendat, dan pikiran yang tidak fokus. Bukannya takut gemuk, hanya saja … saya ngerasa ada yang hilang dari diri ini ketika pengetahuan saya sepanjang 2020 adalah soal nikmatnya rebahan dan langkah yang terhenti. Saya butuh sejenak beranjak, demi mengembalikan keceriaan hari – hari yang menjemukan ini.

Tak ingin ketinggalan hal -hal yang kekinian, bersepeda sepertinya adalah pilihan tepat. Tubuh sehat, syukur-syukur dapat bonus mengurangi berat badan. Dan … yang penting ada bahan untuk update sosial media demi eksistensi diri dengan caption : ” Olahraga tipis tipis … “*eh

20200927_071035

Belasan tahun tinggal di kawasan ini, menyadarkan saya pada waktu yang saya habiskan selama ini. Kala rumah adalah tempat ternyaman untuk menghabiskan waktu dari kelelahan, dan jalanan adalah area memupuk kegembiraan tanpa menyadari ada hal yang menyenangkan yang harus saya rawat dan jaga. Adalah senyum dan sapaan tetangga yang kerap terabaikan selama ini. Hiks —

Menjumpai Impian Semasa Bocah

Dulu kala awal – awal pindah ke daerah ini, saya diberitahukan kalau di belakang kawasan rumah ada pantai. Tak terlalu jauh sekitar kurang lebih hampir satu kiloan. Layaknya bocah kala itu, saya dan beberapa sepupu yang jarak usianya tak terlalu jauh penasaran dengan cerita tersebut. Kami pun berjalan kaki menelusuri perumahan yang berakhir cuma menemui pasir khas pasir pantai. Tidak terlihat gelombang air dan debur suara pantai. Perjalanan kala itu berakhir dengan keputus-asaan tidak menemui pantai — yang kemudian hari saya sadari tertutup oleh rumah penduduk. Keputusasaan yang berujung pada lupa dan tenggelam dalam rutinitas lainnya hingga dewasa.

 

20200916_181446

Belasan tahun kemudian, fakta bahwa posisi rumah saya berada di pesisir pantai juga menimbulkan kekhawatiran akan bencana alam soal ancaman tsunami. Beberapakali kejutan gempa yang membuat beberapa orang terpaksa melarikan diri sejenak ke daerah yang dianggap aman. Tapi, pada akhirnya akan kembali kepada Allah, meminta agar terhindar dari kegelisahan tersebut.

 

Dan, fakta bahwa laut terkadang membekukan ingatan akan rasa lelah adalah hal yang disyukuri kala pandemi ini. Saya tak perlu khawatir soal transportasi dan menemui kerumunan orang untuk sekedar bersantai sejenak menikmati debur suara ombak yang menenangkan hati. Cukup menelusuri kerandoman kawasan dekat rumah dengan kayuhan sepeda.

 

Pantai Morgan Bangau Putih, Parupuk Tabing, Padang

 

Suara debur ombak membuat perasaan buncah yang tak terbantahkan. Saya disambut dengan pemandangan yang mengemaskan kala seekor kucing yang berada di sisi kapal nelayan sedang duduk melepas pandangan ke laut. Sayangnya saya kehilangan momen mengabadikan pemandangan tersebut disaat memarkirkan sepeda dan si kucing menyadari keberadaan saya. Kucing tersebut menoleh ke belakang, kemudian beranjak pergi begitu saja. Ingatan itu tergambar jelas dalam benak saya.

 

 

Adalah pantai Morgan Bangau Putih, begitu orang-orang menamai pantai yang terletak di kawasan Parupuk Tabing, kecamatan Koto Tangah, Padang tersebut. Pesisir pantai ini belum terlalu familiar sebagai objek wisata sehingga masih menyisakan suasana sepi nan menenangkan. Sepi bukan berarti sunyi. Berada di antara perumahan, pantai ini memberi kesan layaknya teras rumah yang dinikmati pada penghujung sore selepas pulang kerja.

 

Menikmati suara debur ombak tanpa gangguan tukang parkir dan tukang ngamen adalah sesuatu yang menyenangkan bagi saya. Saat duduk melepas pandangan ke laut lepas tanpa paksaan harus membeli makanan atau minuman adalah kegembiraan tersendiri. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu, sepulang dari Gramedia dan sejenak menghabiskan sore di pantai belakang Gramedia Padang. Sekedar duduk di atas batu besar di pinggir pantai betapa kesal saat itu dihampiri pengamen yang memaksa untuk diberi rupiah ~~ bukannya nggak mau berbagi, hanya saja tidak terlalu suka caranya hiks

 

Pantai Morgan Bangau Putih memberi kebahagiaan dengan kesederhanaannya yang tenang. Mungkin karena berada di area perumahan penduduk, pantai ini merupakan tempat bersantai warga sekitar. Di penghujung sore pemandangan bocah – bocah berenang dan bapak memancing sementara sang ibuk sekedar duduk di atas bebatuan dengan mata yang awas pada anaknya adalah pemandangan yang biasa ditemui di pesisir pantai. Atau ketika pasangan suami istri menelusuri pesisir pantai beriringan dengan nyaman dan sekelompok remaja yang menghabiskan waktu dalam kebersamaan nan akrab.

20200927_070827

 

Kala pagi tiba, terlihat pemandangan tak kalah bikin haru yaitu ketika para istri menunggu di pesisir pantai menanti sang kepala keluarga yang berlayar dari laut dengan binar mata penuh harap. Dan ketika Ahad pagi, kegiatan “maelo pukek” atau lebih tepatnya menarik pukat ke daratan. Mata ibuk-ibuk langsung terhipnotis dengan geliat ikan segar di dalam pukat.

 

Suatu sore saya pernah melarikan diri sejenak sekedar menghirup udara segar ke pantai Morgan Bangau Putih. Siluet senja dan lintasan pesawat komersil mengisi waktu bersantai saya di pesisir pantai.

20200916_181346

 

Dari potongan cerita yang saya kumpulan di pesisir pantai dekat rumah, saya melupakan sesaat soal keriuhan dan kepenatan yang tak beralasan ini. Pada kesederhanaan pemandangan wajah – wajah santai di pesisir pantai yang saya temui , menyadarkan soal kesederhanaaan hidup yang membahagiakan.

 

Jadi kamu masuk tim mana : Menikmati pagi di pantai atau menjumpai siluet senja?

 

Apapun itu jangan lupa bersyukur 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s