Cerpen : Berai

taBarangkali hidup bagimu sebatas ketika menikmati kacang yang kulitnya berujung pada tempat sampah di depan kelasmu. Tak ada artinya dan tentunya tak ada pentingnya sekedar mengingat sampah tersebut. Terlalu dramatis ketika aku menyimpulkan hal ini. Sayangnya, mengeluarkan kesimpulan tersebut aku membutuhkan waktu yang tidak secepat mata mengejapkan kelopak mata. Aku butuh proses termasuk menikmati irama … Lanjutkan membaca Cerpen : Berai

Iklan

Cerpen : USAI

Semua sudah punya cerita masing-masing Barangkali kalimat Arina beberapa hari yang lalu benar adanya ketika aku kembali mempertanyakan hubungan lingkaran pertemanan antara kami –Aku, Arina, dan Alan. Aku dengan rentetan deadline sepanjang hari yang lupa bahwa harusnya ada rentetan tawa yang diraih. Sementara, Arina terlalu sibuk menciptakan dramaqueen. Alan? Hari ini tiba-tiba aku menyesal mengajak … Lanjutkan membaca Cerpen : USAI

Lepas

Akhirnya tiba saatnya melepaskan kisah ini. Bukan untuk melupakan. Bukan pula untuk mengenang. Tapi merangkai menjadi cerita yang tetap hidup dihati ini. Selamat jalan, Kawan.   Muara Perjalinan, 29 Juli 2015 ****