Bangkok

Itinerary 3 Hari 2 Malam Menjelajahi Bangkok, The City of Smiles di Asia Tenggara

One’s destination is never a place, But a new way of seeing things — Henry Miller

Saya mengunjungi Bangkok di suatu hari yang biasa di September 2015 lalu. Saat itu saya memilih Thailand sebagai perjalanan solo traveling pertama saya di luar Indonesia karena pengaruh film-film Thailand yang kerap memperlihatkan suasana kota nan menyenangkan menjadi alasan saya saat itu.

image

Sawaddeka!

Yah, Bangkok tak ubahnya seperti Jakarta dengan suasana riuhnya, namun ia mampu menghadirkan senyum mengembirakan di wajah. Saya jatuh cinta pada bus kotanya yang kayak patas 45 jurusan Kampung Rambutan-Grogol, bedanya bus tersebut bersih. Perasaan itu membawa saya ingin kembali melakukan perjalanan ke ibukota Thailand tersebut.

bangkok

sumber gambar : @AirAsiaGo Indonesia

Berikut itinerary menjelajahi Bangkok yang akan meninggalkan kesan menyenangkan dan tak terlupakan – saya rasa :

Hari Pertama :

  • Memilih Pesawat airasia dengan jadwal pagi dari KLIA2 – mengingat saya berdomisili di kota Padang yang tak ada penerbangan langsung menuju Bangkok. Berdasarkan pengalaman melakukan penerbangan pagi terdahulu, biasanya akan menemukan sunrise nan menakjubkan.
khaosan

Salah satu kawasan populer di kalangan pelancong Internasional, Khaosan Road

  • Dari Don Mueng, Mengunakan bus A1 menuju Mochit. Melanjutkan perjalanan via BTS menuju Ratchathewi Station dan berjalan menuju Petchburi Soi 7, sekedar wisata kuliner halal dan mengunjungi masjid Darul Aman.
  • Melakukan check in hotel yang sudah dipesan melalui paket penerbangan-hotels yang ditawarkan oleh AirAsiaGo – menurut saya ini pilihan cerdas meminimalisir budget perjalanan. Pilihlah penginapan di daerah Pratunam mengingat lokasi strategis di pusat perkotaan dan tempat belanja.
  • Dari hotel gunakan transportasi taksi online – Saya sarankan untuk membeli simcard Bangkok di 7-11 —menuju Vimanmek Mansion. Sebuah bangungan komplek istana terbesar yang seluruhnya terbuat dari kayu jati emas di dunia. Bisa dibayangkan keindahan bangunan tersebut.
  • Dari istana tersebut, mampirlah ke Dusit Zoo,  kebun binatang di Bangkok. Sekedar ingin melihat bagaimana kota metropolitan terbesar di Thailand ini merawat kebun binatang – sungguh sebenarnya cukup melukai hati saya mengingat kebun binatang di tempat saya sangat memprihatinkan.
  • Kembali mengandalkan transportasi taksi online ada baiknya beranjak ke Asiatique untuk menikmati suasana sore menjelang malam. Tempat ini memiliki suasana yang menakjubkan dan menyenangkan. Bersantai di tepi sungai, berbelanja di kawasan tersebut atau sekedar nongkrong di beberapa restoran. Jika punya keberanian tak ada salahnya mencoba Ferris Wheel atau bianglala Bangkok eyes menikmati pemandangan malam kota Bangkok dari ketinggian.
Asia

Menikmati Sore di Asiatique

Hari kedua :

  • Memulai perjalanan tiga hari dari mulai Jum’at, maka ketika Sabtu tiba ada bagusnya menikmati pagi menjelang siang menelusuri pasar legendaris Chatuchak Market dan istirahat sejenak di Rot Fai Park.
jajan thailand

Yang menyenangkan terjebak di Chatchak Market adalah menemukan pertokoan yang jual aroma terapi

  • Menghabiskan siang dengan menyinggahi Siam Discovery Center lebih tepatnya ke Sea Life Bangkok Seaworld. Tiketnya lebih murah jika beli online, dapat juga di beli di AirAsiaGo — lebih murah jika dibandingkan membeli on the spot berdasarkan pengalaman saya sebelumnya.
  • Hari kedua ini, usahakan badan tidak terlalu lelah. Karena menjelang malam lakukanlah Tour sepeda malam seraya menikmati kuliner jajanan streetfood di malam hari. Untuk tour sepeda malam ini biar aman dan praktis bisa dipesan via AirAsiaGo

Hari terakhir

  • Melakukan penerbangan terakhir di malam hari, masih ada tersisa untuk menjelajahi Bangkok nan menyenangkan. Maka tak ada salah mencoba floating Market –meyinggah Bangkok tanpa mencoba sensasi terjebak di floating Market rasanya kayak minum teh tanpa gula. Saya menyarankan untuk menuju Talling Chan Floating Market yang ada setiap weekend, sebab suasana pasar tradisionalnya masih terjaga dengan baik. Untuk menuju tempat ini kita bisa gunakan BTS jurusan Bang Wa selebihnya memanfaatkan taksi online.
  • Kembali ke hotel dan melakukan Check out serta istirahatlah sejenak di lobby hotel atau melipir ke terminal 21.
  • Siang menjelang sore sebelum bertolak ke bandara Don Mueng tak ada salahnya menyinggahi Terminal 21, sebuah mall menurut saya instagrammable banget.

 

***

Masih banyak tempat yang menyenangkan di Bangkok yang bisa dikunjungi, namun tentu keterbatasan waktu jadi kendala. Ibukota gajah putih ini mampu meninggalkan kesan yang mendalam dan menyenangkan. Ia hadir ibarat teman yang kita selalu kita cari disaat jenuh dan ingin berbagi senyum kegembiraan.

Kamu ingin bisa kembali mengunjungi ‘teman yang menghadirkan senyum menyenangkan ini ; Bangkok, kamu bisa follow AirAsiaGo Indonesia, atau like di facebook AirAsiaGo Indonesia dan Instagram @airasiagoid untuk mendapatkan info penawaran menarik dan paket yang lebih hemat ke Bangkok atau kota dan negara lainnya. Wujudkan impian traveling bersama AirAsiaGo adalah pilihan cerdas buat kamu yang ingin hemat dan santai. #AAGoMakeItReal

airasiogo

sumber foto : AirAsiaGo

 

Iklan

5 Hal Seru Yang Bisa Kamu Lakukan di Bangkok Ketika Ketersediaan Baht Terbatas

One’s destination is never a place, But a new way of seeing things — Henry Miller

Thailand salah satu negara populer tujuan backpacker Internasional. Memiliki daya tarik budaya, keindahan alam dan keunikan kuliner menjadi alasan negara ini banyak dikunjungi wisatawan asing. Selain itu, tentu saja akomodasi yang dinilai murah menjadi nilai plus bagi negara gajah putih ini. Hal ini juga berlaku bagi Bangkok, sebagai ibukota dari negara tersebut.

Alasan ini juga membuat saya memilih Thailand sebagai perjalanan solo traveller pertama saya ke luar negeri awal September 2015 lalu. Sempat terlena dengan wisata bahari yang ditawarkan di Aonang Beach, Krabi membuat budget perjalanan saya ke Thailand diluar kendali. Sementara penerbangan kembali ke tanah air melalui Bangkok — dan rasanya kurang afdol tak melakukan city tour di kota ini.

Maka jalan terbaik adalah lupakan sejenak Maddam Tussaud dan Grand Palace yang menjadi ikon Bangkok. Berikut ada lima hal yang tak kalah seru bisa lakukan tanpa menghilangkan esensi liburan yang tetap meninggalkan kesan menyenangkan :

1. Menikmati Pagi di Santichai Prakarn

Saya memilih menginap di daerah Khaosan Road, kawasan terkenal backpacker dunia berkumpul. Di kawasan ini kamu bisa menyaksikan ragam traveller antar negara dan streetfood khas Thailand yang mengugah rasa. Tapi lupakan sejenak tentang dua hal itu termasuk mengurungkan niat untuk berbelanja oleh-oleh.

Keluarlah di subuh hari, berjalan kaki menikmati pagi yang segar menyusuri jalanan Khaosan Road yang lengang menuju Santichai Prakarn. Santichai Prakarn adalah sebuah taman yang tidak terlalu luas tapi bersih. Saya menikmati pagi yang indah di sungai Chao Praya sambil melihat oma-oma yang melakukan Taichi.

photo 1

jam operasional Santichai Park

2. Menyaksikan kota Bangkok dari Wat Arun Temple

Rasanya ada yang kurang belum menyinggahi kuil saat mengunjungi kota Bangkok, sementara untuk memasuki Grand Palace persediaan baht saya terbatas. Pilihannya adalah mampir ke Wat Arun yang tak kalah indahnya –apalagi jika kamu menikmati ketika sunrise atau sunset. Kamu bisa menaiki prang (menara) melalui tangga yang tampak curam dan dibutuhkan kehati-hatian untuk bisa menikmati kota Bangkok. Biaya masuknya cukup murah bilang dibandingkan Grand Palace. Disini kamu bisa berfoto menggunakan baju khas budaya Thailand– bisa dikatakan semacam baju adat kalau di Indonesia.

Dari Satichai Prakarn menuju Wat Arun Temple kamu bisa berjalan kaki menuju stasiun boat Tha Tien Pier. Lumayan jauh sih bagi yang tidak biasa jalan. Anggap saja kamu sedang jalan santai di

pagi hari. Oh, ya sebelum menyemberang ke Wat Arun, ada sebuah pasar, nah jangan lupa mampir untuk sarapan Pad Thai di sana yang tertulis Halal. (lebih…)

Cara Seru Menikmati Bangkok dengan Ketersediaan Baht terbatas

One’s destination is never a place, But a new way of seeing things — Henry Miller

Part 6

05-06 September

Bus tingkat yang saya tumpangi dari Krabi memasuki kawasan Southern Terminal, Bangkok, Sabtu di suatu subuh. Ini hari ketiga saya di Thailand. Saya berjalan memasuki Area Mall dan memilih duduk di depan Sevel. melepas penat setelah perjalanan hampir dua belas jam. Tak banyak Baht yang tersisa sejak perjalanan dari Bangkok-Krabi-Bangkok selama tiga hari ini, selain ada 150 Riyal di amplop putih dalam tas — Saya tak terbiasa menggunakan dompet sebagai penyimpanan uang kecuali kartu.

Sejenak saya menarik napas. Tak pernah terbayangkan dalam pikiran akan menikmati perjalanan seorang diri di negeri orang dengan kemampuan bahasa yang minim dan keterasingan. Namun, ucapan sarkatis Eda — saudara kembar saya, yang mempertanyakan keberanian saya melakukan perjalanan seorang diri membuat kaki ini akhirnya melangkah. Batin saya berseru, :” Siapa takut!”

Dan, disini saya berada. Duduk terdiam memandang mesin ATM sembari menghitung dalam hati persoalan Baht yang tersisa.

diam-diam saya menyelipkan do’a : “Tuhan, jadikan perjalanan ini adalah perjalanan terbaik.”

Do’a yang sama dengan hari kemarin ketika perahu yang saya tumpangi menjelajahi laut Andaman terombang-ambing akibat cuaca buruk.

Setengah jam berlalu dengan renungan tak jelas, saya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Khaosan Road, kawasan backpacker dunia berkumpul sekaligus tempat dimana hostel yang sudah saya booking berada. Bermodal hasil informasi dari petugas terminal setempat, saya menaiki bus nomor 3 menuju kawasan tersebut. Mata saya awas memperhatikan suasana Bangkok di pagi hari lewat jendela kaca bus. Sesekali berujar pada kondektur bus,” Khaosan Road,” sebagai pengingat dimana saya harus turun.

Sampai di Khaosan Road, berbeda dengan Krabi, saya disuruh menunggu jadwal Check In hingga pukul 01.00 PM. Akhirnya saya memutuskan untuk berjalan menelusuri kawasan tersebut sembari mencari sebuah mesjid di kawasan ini.

Khasoan Road memang kawasan dengan deretan pub, sehingga keramaian baru terlihat ketika malam menjelang, tapi di kawasan ini berdasarkan informasi dari cerita yang saya dapat di beberapa blog  terselip sebuah mesjid, Chakrabongsee namanya. Terletak di Gang Trok Surao, dengan patokan seberang Tang Hua Seng Department Store, tinggal lurus saja, maka sebuah mesjid sederhna ada disana. Saya pun memutuskan untuk beristirahat sejenak disana.

Sebenarnya saya masih ada waktu untuk mengunjungi wisata Grand Palace yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, tapi mengingat Baht yang tersisa, saya memutuskan untuk mengistirahatkan badan dengan tidur siang di hostel. Lagian, cuaca Bangkok lagi panas-panasnya.

Menjelang sore, saya memutuskan untuk berjalan menggunakan bus kota dengan nomor ngasal. Entah kemana tujuan, saya kehabisan ide– disaat seperti ini saya bersyukur melakukan perjalanan seorang diri, setidaknya ketika nyasar tak ada yang marah atau kesal karena kelelahan. Dan, saya lebih bebas menikmati perasaan ini.

Langkah ‘menyasarkan diri’ membawa saya pada kawasan Saphan Taksin , disana ada terminal boat. Mata saya menangkap tulisan Free Boat, yang membuat saya tersenyum. Saya pun memutuskan menaiki Boat tersebut, menelusuri sungai Chao Praya yang membawa kami –saya dan penumpang lain, ke kawasan Asiatique river. Menikmati sore di daerah ini sungguh menyenangkan.

Asia

Menikmati Sore di Asiatique

****

Ke esok harinya, saya tak menyiakan kesempatan untuk mengunjungi Chatuchak Market yang terkenal dengan pasar terlengkap dan ada di saat weekend. Meskipun tak berniat berbelanja, saya sempat menyicip streetfood disana dan mengambil beberapa foto yang menyenangkan tentang pasar.

Bersantai di Rot Fai Park

Bersantai di Rot Fai Park

Oh, ya sebelum ke sana. selepas subuh saya menikmati sungai Chao Praya di Santichai Prakarn, sebuah taman yang tak jauh dari kawasan Khaosan. Disana saya menemukan beberapa orang sedang berolahraga. Lagi, saya tak bosan menikmati sungai Chao Praya yang mengingatkan saya pada sungai Batang Hari di Jambi.

cha yo pra

Menelusuri Sungai Chayo Praya

Sungai Chao Praya memang tidak sejernih sungai yang ada di daerah kampung saya, Padang, tapi pengelolaannya yang membuat sungai ini memiliki sisi yang menyenangkan untuk dinikmati apalagi dipadu dengan pemandangan kota Bangkok di seberang sana. Di tempat inilah saya menikmati sore yang indah. Menanti lukisan Tuhan yang kita sebut sunset.

Saya teringat kalimat bijak tentang sebuah perjalanan :”One’s destination is never a place, But a new way of seeing things. ” (Henry Miller).

Perjalanan ini, meskipun seorang diri, tapi saya tidak merasa kesepian. Saya menemukan banyak hal yang membuat saya merasa terlibat dalam keramaian masyarakat Bangkok. Dan, di pinggir sungai Chao Paya, saya pun mengukir rasa syukur.

Terima kasih Allah, untuk sebuah perjalanan ini.

****

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar liburan tidak mati gaya selama berada di Bangkok saat ketersediaan Baht terbatas versi saya :

1.      Menikmati sungai Chao Praya di Santichai Prakarn
2.   Melipir ke Bangkok art and cultural center yang terletak di depan pusat perbelanjaan BMK
3.      Menghabiskan waktu di Rot Fai Park ( di dekat kawasan Chatchuk Market)
4.      Mengistirahatkan diri di Lumphini Park
5.   Menjelajahi Bangkok dengan Bus kota, atau berdiam diri di dalam BTS, menyaksikan Bangkok lewat jendela kaca.
6.     Menyinggahi Mall Terminal 21 sekedar berkhayal sedang menelusuri London, Tokyo, dan Paris. Sebuah Mall yang berkonsep seperti Bandara dan Negara.

* tulisan ini pernah diikutsertakan dalam lomba jurnal perjalanan di @blibur dan dengan perubahan judul.