Cerpen : Berai

taBarangkali hidup bagimu sebatas ketika menikmati kacang yang kulitnya berujung pada tempat sampah di depan kelasmu. Tak ada artinya dan tentunya tak ada pentingnya sekedar mengingat sampah tersebut. Terlalu dramatis ketika aku menyimpulkan hal ini. Sayangnya, mengeluarkan kesimpulan tersebut aku membutuhkan waktu yang tidak secepat mata mengejapkan kelopak mata. Aku butuh proses termasuk menikmati irama … More Cerpen : Berai

(Novel) Ama … dan tentang setiap langkah ini.

Prolog “ Jadi… negara yang dikenal dengan kincir anginnya itu…” gadis bertubuh mungil itu berhenti sejenak. Memberi jeda pada kalimat yang ingin disampaikannya. Ia mengedar mata ke beberapa anak yang berada di ruangan tidak terlalu luas. Sekedar menarik fokus anak-anak tersebut kepadanya. “Belanda.” Ucapnya seraya menarik napas dan senyum tetap terukir di bibir meskipun matanya … More (Novel) Ama … dan tentang setiap langkah ini.

Cerpen : USAI

Semua sudah punya cerita masing-masing Barangkali kalimat Arina beberapa hari yang lalu benar adanya ketika aku kembali mempertanyakan hubungan lingkaran pertemanan antara kami –Aku, Arina, dan Alan. Aku dengan rentetan deadline sepanjang hari yang lupa bahwa harusnya ada rentetan tawa yang diraih. Sementara, Arina terlalu sibuk menciptakan dramaqueen. Alan? Hari ini tiba-tiba aku menyesal mengajak … More Cerpen : USAI