Sakura dan Romantisme Kehidupan Musim Semi di Kyoto

Ketika angin musim melambai

Kelopak bunga sakura bertaburan

Suaranya menggema di jalan ini

Saat kita berdua berjalan

dikutip dari terjemahan lagu Cherry Blossom ‘Busker-Busker’

Sebuah telapak tangan perlahan mulai bersentuhan. Saling mengengam erat berjalan melintasi pepohonan rindang yang bunganya sedang bermekaran. Satu kelopak bunga jatuh tepat di atas rambut hitam sang perempuan. Sang lelaki dengan lembut meraih kelopak tersebut tanpa melepas gengaman tangannya.

            Pasangan tersebut tak berhenti saling melempar senyum sumringah. langkah kaki terhenti pada lapangan luas. Mereka mulai mengelar tikar. Sang perempuan sibuk mengeluarkan bento dengan segala bentuk yang menakjubkan ; telur mata sapi yang diukir senyum dengan saos atau potongan tomat berbentuk lambang love. Tak lupa kudapan Sakuramochi, kue mochi yang dibungkus dengan sehelai daun sakura.

Di sekitar mereka hal serupa terjadi, penuh keriangan dan bahagia yang tak terlukiskan. Anak-anak saling berlari, bermain penuh tawa. Sementara orang dewasa menikmati semilir angin seraya melempar pemandangan bunga sakura yang lagi bermekaran sangat indah.

kento-yamazaki
Source : Google Image

CUT!

Adegan yang tergambarkan lewat kalimat di atas bukanlah sebuah kejadian nyata atau apalah namanya — berharap suatu saat bisa mengalami sih *lope-lope*. Tapi itulah yang terlintas dalam benak saya ketika tak sengaja melihat pemandangan bunga sakura entah itu dari layar televisi, majalah, koran, laptop maupun ponsel.

semi
Keindahan yang memukau!

Sebagai penikmat Dorama dan melewati masa remaja bersama manga shoujo (serial cantik) yang kerap mengambil latar belakang kehidupan remaja serta keindahan berbagai kota di Jepang, tentu perasaan penuh imajinasi menemani tidur saya. Ah, membayangkan senyum sinis Kento Yamazaki atau tampang cengo’ Takeru Satoh berjalan di sisi tubuh mungil ini menelusuri jalan setapak yang dipenuhi dengan ratusan bunga sakura sedang bermekaran indah sungguh sebuah kebahagiaan yang tak terlukiskan lewat kata-kata.

satohtakeru-amuseblog-jp
Bang senyummu bang… Ibarat sakura yang sedang bermekaran. Indah ! ( source : satoh)

Sebuah kebahagiaan yang tergambarkan lewat keindahan bunga sakura yang rimbun. Yup, bagi saya bunga sakura tak ubahnya lambang kebahagiaan apalagi bergandengan tangan dengan Satoh. Bunga yang bermekaran ketika musim semi  selama dua minggu dalam setahun sekitar  Maret hingga akhir Juni ini merupakan bunga nasional negara Jepang. Sementara Jepang sendiri merupakan rumah bagi ratusan jenis Cherry blossom tersebut. Sedangkan bagi masyarakat Jepang adalah simbol sebuah pembaharuan dan harapan.

Meskipun mengunjungi negara Jepang dapat dilakukan di berbagai 4 musim yang dimiliki negara Doraemon ini — sebab selalu ada kejutan yang menakjubkan dari setiap musimnya, tapi saya ingin menjadi bagian dari romantisme kebahagiaan yang tak terlukiskan tersebut lewat musim seminya. Mengukir harapan di bawah  rindangnya pohon bunga Sakura pada hidup yang lebih baik ke depannya. Syukur-syukur bisa nemu sahabat hati seperti karakter Kento Yamazaki sebagai Kanata Shibasaki di dorama Sukina Hito Ga Iru Koto.*kalem*

Maka lupakan sejenak romantisme Jepang di musim gugur kala warna-warni dedaunan mulai berjatuhan menghiasi jalanan, abaikan keriangan saat musim panas dengan mendaki gunung Fuji dan senyum gembira menikmati festival salju. Lagi-lagi saya ingin mengukir cerita nan manis yang dilengkapi eksotisme pemandangan bunga bewarna pink muda menakjubkan itu.

his-travel
Masya Allah, kawaii! sumber : H.I.S

****

Maka kemanakah langkah saya untuk memulainya?

Kyoto. Tak ada yang meragukan keindahan kota terbaik di dunia versi majalah travel + Leisure ini. Sebagai pencinta keindahan dan cerita sejarah, bagi saya mantan ibukota kekaisaran Jepang ini sungguh menakjubkan. Ibarat makanan Kyoto adalah paket lengkap dari sajian makanan ala Sumatera Barat. Penuh cerita dan keeksostisan yang tak terbantahkan.

Ditengah gempuran modernisasi arsitektur bangunan yang futuristik, Kyoto masih bertahan dengan gaya tradisionalnya. Kota ini merupakan jantungnya sejarah Jepang dan rumah bagi ribuan keajaiban arsitektur bangunan tuanya yang terjaga dengan baik –salah satunya termasuk dalam 17 warisan budaya dunia UNESCO.

kyoto-rumah
Kyoto adalah salah satu  kota Jepang yang masih teguh suasana tradisionalnya. Salah satu kuil tua yang menjadi landmarknya kota Kyoto dan merupakan warisan dunia UNESCO ; Kiyomizudera Temple

Kyoto adalah salah satu kota yang wajib dikunjungi oleh para traveller jika berkunjung ke Jepang. Setidaknya itu yang saya simpulkan dari beberapa pengalaman travel blogger yang melancong ke Jepang. Maka, Kyoto adalah pilihan terbaik mengukir kisah manis menikmati momen sakura bermekaran.

Kota nan klasik. Budaya yang masih kental Jepangnya. Dan, pemandangan bunga Sakura. Ehm….

Dan, bagi saya meluapkan khayalan di tulisan ini tentang Kyoto adalah seni mewujudkan perjalanan ke Jepang. Berikut ini khayalan yang akan saya lakukan jika suatu hari nanti Sang Pemberi Hidup, Allah Subhanahu wa ta’ala memberi kesempatan untuk melancong ke Jepang, terutama Kyoto.

fushimi
Fushimi inari taisha ; Kuil sinto yng merupakan kuil pust bai sekitr 40.000 kuil Inari yang memuliakan Inari. Tempat ini sangat populer di kalangan pelancong saat berkunjung ke Kyoto

Bismillah 🙂

7 Hal Seru mengukir cerita musim semi tak terlupakan di Kyoto :

  1. Menikmati Malam di Distrik Gion

Gion merupakan distrik hiburan terkenal di Kyoto yang masih kental dengan arsitektur dan dekorasi budaya tradisional Jepang. Di tempat ini kita juga bisa bertemu Geisha. Tapi, sejujurnya saya tak ingin bertemu Geisha. Saya ingin menelusuri romantisme daerah yang masih mempertahan keindahan arsitektur tradisional khas Jepang dibawah sinar rembulan dan gemerlap lampu jalanan yang membawa saya pada kesan kehidupan di zaman Edo.

kyoto-geish
Geishanya cantik. Hehehehe, Kyoto salah satu kota yang masih bisa di temuinya Geisha, salah satunya di kawasan Gion.

Menyinggahi salah satu kedai dan menikmati secangkir kehangatan teh yang menyegarkan badan. Berdasarkan cerita sejarah Gion dulunya merupakan tempat dimana kedai-kedia teh melayani para pengunjung yang kelelahan setelah dari Kuil Yasaka (Yasaka-Jinja). Nah, rasanya seru saja nongkrong seraya ngeteh cantik di tempat ini. Apalagi kalau ditemani sahabat hati. *eh

ngeteh-cantik
upacara minum teh atau disebut Chatoo adalah tradisi Jepang dalamm menyambut tamu.

   2. Berjalan di The Philosopher’s Path  

Hanami merupakan sebuah tradisi di Jepang untuk menikmati bunga terutama saat Sakura mulai bermekaran. Biasanya orang Jepang akan melakukan piknik untuk menikmati pemandangan dan atmosfer yang menyenangkan pada Cherry Blossom tersebut.

salah satu tempat terbaik Hanami di Kyoto dengan berjalan  di bawah pohon Sakura adalah Tetsugaku no michi atau lebih di kenal dengan sebutan The Philosopher’s Path. Sebuah jalan setapak disisinya mengalir sungai kecil yang menghubungkan antara kuil Ginkaku-ji dan Kuil Nanzen-ji. Sepanjang jalan yang memiliki panjang sekitar 3 km ini dihiasi oleh pohon Sakura nan rindang.

the path.jpg
Jalan romantis. heheheh . (sumber gambar : klik di sini)

Menarik tentu saja kuil yang ada di kawasan ini untuk memberi kesan bahwa saya benar-benar berada di Kyoto. Selain itu berjalan beriringi tangan dengan orang terkasih atau menelusuri dengan sepeda adalah pilihan yang menyenangkan menikmati Hanami di The Philosopher’s Path.

hanami
Ayooo siapa yang mau Hanami di sini??? Baper hiks lihat ginian -_-

3. Piknik di Arashiyama 

Arghtt! Saya tak dapat menahan diri untuk tidak berteriak saat menelusuri twitter salah satu akun travel tour agen, HIS Travel Indonesia. Sebuah foto terpampang indah. Deretan pohon bambu berjajar sangat asri di sepanjang jalan setapak. Sepanjang mata melihat, perasaan damai dan tentram perlahan menyusup di relung hati ini. Ah, apalagi ada adegan dimana Sato membonceng saya menelusur jalan setapak ini. 😀

C21yinPUkAAS7c6.jpeg
Tambah baper lihat ini. Babang Satoh kapan ajak dedek main sepeda di sini????

Menariknya adalah ternyata Arashiyama termasuk salah satu kawasan terbaik melakukan Hanami. Sebab di sini juga terdapat banyak sekali pohon sakura di sekitar Togetsukyo Birdge, jembatan yang menjadi ikonnya Arashiyama. Sebuah jembatan kayu yang berusia sekitar 400 tahun tersebut membentang diatas Katsura River dengan latar pengunungan Arashiyama. Tidak terbayang keindahan pemandangan di tempat ini saat Sakura bermekaran.

Mengelarkan tikar diseberang jembatan, tepatnya di salah satu taman dimana pohon Sakura berkumpul adalah aktivitas terbaik harus dilakukan di tempat ini. Menikmati Bento seraya memintal impian untuk menikmati hidup yang lebih baik dan bahagia ke depannya. Tanpa kata, saling melempar pandangan mata yang indah. Seindah bunga sakura.

BENTO BENT.jpg
Bentonyaa unyu !

Mengakhiri piknik asyik, di tempat ini kita bisa mencoba menaiki Rickshaw, sebuah alat transportasi tradisional khas Jepang yang ditarik menggunakan tenaga manusia. Sensasi seru mengabadikan momen tak terlupakan saat liburan di Kyoto ketika menaiki Rickshaw, menurut saya sih.

Hehehe…

4. Menelusuri Kanal Okazaki

Lupakan sejenak tentang keeksotisan kota Venesia dengan kanalnya. Ada yang tak kalah indah dan menyenangkan ketika kaki menginjak Kyoto apalagi di saat Sakura bermekaran. Berperahu ria menelusuri kanal Okazaki, sebuah kanal yang menghubungkan danau Biwa dengan Kamo River.

okazaki-canal
Bang Satoh yuk berlayar! (sumber foto : japan-guide)

Romantis tak terlupakan saat pandangan lepas ke jejaran bunga-bunga Sakura di sisi Kanal dari atas perahu yang melaju tenang di kanal Okazaki. Rasanya inilah Hanami yang mengesankan, yah meskipun harus merogoh kocek untuk sekedar menelusuri kanal dengan perahu tersebut. Tapi hal tersebut terbalas dengan momen mengesankan yang tak terlupakan. Pemandangan yang memukau!

5. Mencari Sahabat Hati di Kuil Kiyomizudera

Ayo siapa yang pernah menjadikan salah satu kuil Budha kuno ini sebagai walpaper di desktop PC komputernya? Yup, kuil yang dibangun pada tahun 789 masehi ini sungguh memiliki arsitektur klasik nan indah. Ditambah dengan pemandangan lanskap yang menyegarkan mata.

Tak heran kuil ini menjadi landmarknya Kyoto dan tempat wisata yang populer dikalangan pelancong. Menarik dari kuil ini adalah dibagian belakang kuil utama terdapat kuil Jisshu-jinja yang disebut dengan dewa jodoh. Hah, semoga saya berjodoh dengan Keshin, eh Sato ding!

Amin.

kuil.jpg
foto dicomot dari : klik di sini

Ada cukup banyak bunga sakura di tempat ini, terutama di kolam dekat pintu keluar kuil. Seraya berhanami dan menikmati atmosfer yang menyegarkan, kita bisa diam-diam memintal harapan semoga bertemu sahabat hati di sini. *kemudian mengedarkan mata ke ragam pengunjung kuil. Adakah terselip jodohku?*

6. Bertemu Kenshin di Toei Kyoto Studio Park ( Toei Uzumasa Eigamura )

Dua puluh tahun lalu, kakak sepupu saya pernah berteriak dalam tidurnya.” Satria Baja Hitam. Berubah!” Yah, bagi mereka yang tumbuh di era 90-an tahu serunya menonton serial Kamen Rider Black itu seperti apa.

Sama seperti halnya kakak sepupu saya yang kerap membayangkan kehidupan yang terjadi di Kamen Rider Black tersebut, saya pun juga kerap menghayal berada di kehidupan periode Meiji ala Rurouni Kenshin. Berjalan mengunakan kimono nan cantik menelusuri bangunan kayu klasik khas Jepang. Yah, anggap saja saya Kamiya Kaoru. *kalem

samurai
Kenshin!

Impian untuk merasakan era Jepang kuno bisa dinikmati di Toe Kyoto Studio Park (Toei Uzumasa Eigamura), sebuah tempat dimana kita bisa melihat banyak set untuk shooting beberapa film Jepan termasuk Rurouni Kenshin. Ada rumah jaman dulu, teater, jembatan dengan nuansa Jepang kuno. Dijamin Instagramble deh!

Maka lupakan sejenak bermain di Fushimi Inari taisha yang mengagumkan tersebut, rasanya menemui sahabat hati si Kenshin disini lebih prioritas. Terus baru deh si Kenshinnya dibujuk ke kuil Shinto tersebut. Sekedar berfoto bahwa ; Saya  di Kyoto lho! hehehe….

7. Bertamu ke The Kyoto International Manga Museum

Saya tumbuh bersama Manga, sebut saja Serial Cantik, Naruto, Conan, dan Samurai X. Komik-komik tersebut menghiasi beberapa bofet di rumah. Bertamu di The Kyoto International Manga Museum adalah kegiatan yang wajib saya lakukan ketika berada di Kyoto. Sebuah mimpi yang sempurna nan indah.

museum.jpg
Boleh bobok cantik nggak sambil baca buku di rumputnyaaa??? (sumber : insidekyoto)

Berbicara mengenai manga tak lepas dari kultur Jepang itu sendiri terutama mengambil peran terhadap berkembangnya budaya J-Pop. Ya, lewat manga saya  mungkin adalah diantara ribuan orang di luar Jepang yang melihat negara ini dari sisi yang menyenang — sangat menyenangkan.

Museum ini didedikasikan untuk manga dan pengemar seperti saya * tersenyum kalem*. Sebagai tepat berinteraksi dan berkomunikasi bagi para pencinta komik Jepang. Menariknya adalah di tempat ini juga menyelipkan pertunjukan tradisional bersejarah yang disuguhi secara reguler yaitu Kamishibai ( drama kertas), dongeng bergambar tradisional Jepang yang disampaikan narator lewat gambar-gambar.

Zaman dulu pertunjukkan tersebut populer sebagai hiburan jalanan. Seru nggak sih? Ngebayangi aja sudah seru 😀

****

Kalimat bijak pernah bilang, jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Ya, impian untuk suatu hari bisa melancong ke Kyoto saya jaga di ruang hati ini termasuk mimpi bersanding di pelaminan dengan Satoh. Oke, bagian terakhir ngayal parah!

sato
Si babang lagi on the way menjemput si Eka. Jangan ngelamun aku mulu dong bang! *kalem*

Well, selalu ada usaha disamping do’a yang terus menerus diucapkan untuk bisa menginjak Kyoto — bahkan membuat ‘kyotojepang’ sebagai password wifi hotspot ponsel pintar saya. hehehehe, jadi … *tari napas dulu*

Bagaimana cara termudah bisa menikmati liburan ke Jepang?

Cobalah iseng bertandang ke website  H.I.S. Travel and Tour , sebuah agen perjalanan yang siap membantu memudahkan mewujudkan perjalanan menikmati keindahan Sakura. Dari mulai membantu mengurus Visa, sampai merancang sebuah perjalanan yang menyenangkan baik itu individu maupun grup — ada jual JR Pass lho sama rental egg wi-fi 🙂

jr-pass-banner-harga-rupiah-newjuly2016-4

Yup, kenapa harus H.I.S?

alasanhis

No tipu-tipu ! Hehehehe, setidaknya travel tour ini terpercaya, sebab seorang teman pernah cerita kalau perusaha tempat dia bekerja suka mengunakan  H.I.S dalam mengatur perjalanan gathering kantor selama ini. Waktu itu teman saya cerita mengenai liburan seru dia ke Singapura bareng teman kantornya yang diatur oleh H.I.S

Kenapa harus mencoba dengan H.I.S?

his

 

Lewat kelebihan yang dimiliki oleh H.I.S, bagi saya ini bisa menjadi pilihan yang menarik bagi yang bermimpi seperti saya untuk bisa menikmati romantisnya wisata ke Jepang. Kamu bisa memilih HAnavi , sebuah paket travel domestik Jepang kolaborasi H.I.S dengan salah satu maskapai terbaik di dunia, ANA (All Nippon Airways) untu mengukir kenangan indah perjalanan liburan ke negeri sakura.

Disini kamu tidak perlu repot-repot, soalnya  HAnavi telah menyediakan paket tiket penerbangan plus hotel dengan harga yang cukup ramah. Satu lagi bagi yang muslim seperti saya yang selalu mikirin makan halal, H.I.S bisa membantu lho. hehehe

 Berikut beberapa hal yang kamu dapati dari HAnavi :

  1. Hemat, dari segi biaya, paket yang ditawarkan Hanavi sangat ramah. Selain itu, hemat dari segi waktu, kamu tak perlu berpusing-pusing ria mencari destinasi sebab sudah diatur semakin rupa oleh HAnavi.
  2. Banyak pilihan paket yang dapat kamu pilih sesuai dengan keinginanmu. Ada sekitar 800 penerbangan maupun ribuan hotel. O,ya kamu bisa juga lho menyewa wifi, sehingga masih bisa terkoneksi dengan sosial media dan memamerkan foto indah selfiemu bersama bunga sakura.
  3. Paket hotel dan tiket pesawat dengan diskon besar-besaran. Ehm… tentu ini sangat mengiurkan bukan?

Ayo rencanakan perjalanan bersama H.I.S Travel and tour lewat HAnavi untuk menyaksikan bunga Sakura yang sebentar lagi mulai menghiasi negeri Jepang yang memukau indah. Kamu juga bisa lho berkesempatan memenangkan wisata ke Jepang dengan mengikuti lomba blog yang diselenggarakan H.I.S.

**** Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog bertema #HISAmazingsakura. info lebih lanjut : http://his-travel.co.id/amazing-sakura-blogger-competition/

HIS Amazing Sakura - Blogger Competition