The Social Network

Sorak-sorai bergembiraaa… *loncat-loncat

Itu reaksi gue saat membaca email masuk dari 21. Horeee… gue dapat tiket gratis nonton premier film ”The Social Network”, Minggu jam 09.30 Wib di Sency. Terlalu pagi bagi seorang gue. Tak apalah…

Dasar orang kampung… gue langsung update status di FB mengenai berita bagus ini… Biar teman-teman gue tau gituh lho! (Hah… bilang aja mo pamer). Sayangnya, sumpah serapah tak jelas yang gue terima. (Tanda kesirikan mereka :P). bunda Nara–teman gue yang udah kyk ‘mak’ sendiri– dengan pasrahnya memberi komentar,” ehm.. pasti dehh!!!”, nggak berhenti di sana, gue juga ngetag-in gambar tiket gratisnya. Alhasil gue dilemparin kalimat “Najonk/najiss.. najoss..” :(… untung nggak dilemparin sepatu. Syukurlah!! 😛

Well, Minggu pagi, untuk pertama kalinya gue menginjak Mall pagi-pagi–Dimana biasanya gue masih setia di kasur–. Mallnya belum buka. Bersama Eda–Partner yg gue ajak nonton–, akhirnya kita menaiki lift yang diluar. Langsung menuju XXI Studio.

Sumpah.. ini kepagian menurut gue. Tapi, tak apalah demi menonton ttg ”facebook”… semua berjalan normal kecuali perut yang keroncongan. Semua terbayar dengan dinginnya AC dan film yang ‘tempo’nya terlalu cepat…:(

Film ini bercerita mengenai lahirnya sebuah facebook dan Si Mark-nya… alurnya terlalu cepat. Tapi, gue suka dengan cerita persahabatan yang terjalin dengan Eduardo Saverin tapi terhancurkan gara-gara Sean. 😦

Gue suka kalimat yang terucap : Kamu bukan orang jahat, tapi berusaha menjadi jahat’…

Well, film ini mulai di putar tanggal 3 november kemaren… entah kenapa saya pengin nonton lagi. Memcoba kembali memaknai ceritanya… terutama tentang ‘ambisi’.