Sisi Pahit dari perjalanan seorang diri

” Sendiri?”

Saya mengangguk ditengah keasyikan menyeruput sisa kuah mie Surabaya. Teman saya terpaku mendengar cerita saya tentang perjalanan seorang diri ke negeri orang, Thailand. Jika sebelumnya saya mendapatkan respon : ” Wow! I thought it was an awesome journey, Eka.”

DSC02254

Berbeda dengan teman yang satu ini, ia melongo dan berdecak penuh keheranan. ” Emang seru Ka?” begitulah kira-kira pertanyaannya. Saya terdiam sejenak. Menatap sisa kuah yang sedikit lagi habis. seuntas cengiran menghiasi wajah saya.

” Heheheh….”

Pada akhirnya, dari obrolan tersebut ada beberapa hal yang saya sadari dibaliki kalimat “It was an awesome journey” terdapat sisi pahit yang tak terhindari :

  1. Tidak ada teman berbagi tertawa

Ini terkesan menyedihkan mungkin?

Hah saya rasa tidak, setidaknya mengurangi sisi keinginan berbuat dosa karena menertawakan sesuatu yang mungkin bisa menyinggung perasaan orang lain. — Hahahah, cukup menyiksa sih bagi orang senang menertawakan apapun yang terlihat lucu bagi mereka.

Saya cuma melongo ketika seorang gadis remaja dengan rambut blonde tak bisa menjawab pertanyaan saya dalam bahasa Inggris . Dia mengeleng kepala dengan cengiran sembari mengeleng. Perlahan sejenak saya mengamati dan tersadar satu hal kalau dia yang saya kira adalah orang bule ternyata orang lokal yang mengecat rambutnya.

Ada banyak hal lucu saya temui seorang diri –sayangnya cuma bisa tertawa sendiri. ” Dilema sih, mo tertawa nanti takut dibilang gila,” ucap saya yang langsung disetujui oleh teman saya.

Di perjalanan lainnya, ketika seorang asing mengajak saya mengobrol — dan seperti biasa terkadang saya menjelma menjadi Yoona, berbicara ngalor ngidur yang bikin perut saya tergelitik menahan tawa tentang kalimatnya. Tersadar bahwa ia bagian dari MLM.

Seperti biasa saya memasang ekspresi ala Kang Gary .

foto eka

Polos.

2. Tidak ada yang menjaga barang bawaan

Saya mengurut bahu yang terasa pegal. Melepas sejenak tas ransel sembari menghela napas. Detik kemudian kembali memanggulnya , mengiring langkah menuju toilet. Kemana pun langkah pergi, maka saya pun harus memanggul tas yang lumayan berat. Ya, meskipun sekedar membeli air mineral yang cuma lima langkah dari tempat ngaso.

khaosan

Paling tidak menyenangkan adalah perjalanan dengan kereta ekonomi. Sekedar ke ruangan restorasi atau toilet aja meski memanggul tas ransel yang berat itu. Bisa jadi ketika kita pergi tas yang sudah di gembok dibongkar.

Pun ketika ingin tidur — ngemper tak jelas di bandara, memanggul erat dengan perasaan was-was. Tiap bentar terjaga cuma sekedar memeriksa barang bawaan.

*****

Ehm….

Apalagi yah?

Saya berpikir keras mengenai hal-hal yang tak menyenangkan dari perjalanan seorang diri. Semakin saya berusaha mengumpulkan remah-remah perjalanan yang selama ini telah saya lakukan, saya terjebak pada kebingungan.

Pada akhirnya, entah itu perjalanan seorang diri, bersama teman, dan bersama sahabat hati serta bersama keluarga selalu memiliki sisi pahit dan manisnya. Sebisa mungkin adalah mengelola perasaan manis lebih dominan daripada pahit.

Tips mengemas perjalanan menjadi menyenangkan :

  1. Selalu berpikir positif dan tetap waspada

Anggap saja kamu sedang syuting sinetron/film yang bintang utamanya adalah kamu sendiri. Biasanya tokoh yang berkarakter baik adalah tokoh yang menyenangkan. Nah, salah satunya dengan lepaskan beban pikiran… jangan bebani  dengan ” Waduh… nggak bisa tidur nih, orang sebelah baunya kalah sama ikan asin. ” — ketika terjebak naik kereta ekonomi dan bersebelahan dengan preman.

photo (1)

Oh, ya, selain itu, ajaklah orang-orang di sekitarmu untuk sekedar berbagi cerita. Termasuk ketika kamu satu kawasan duduk sama orang-orang bertampang mencurigakan dan preman  di kereta ekonomi sebangsa Brantas atau Matamarja. Tapi, hatimu tetap menyebut nama Allah, dan tetap pikiran awas.

Jika kamu kelelahan, tersenyumlah…. segarkan dengan sebotol air mineral. Lepas pandangan. Jangan rusak perjalananmu dengan mood yang tak jelas.

Tips tersebut juga berlaku bagi yang melakukan mudik.

Selamat mudik!

 

Perjalananku, Perjalananmu –Kita

13442342_10209200013538727_5173343686293616954_n
Semua berawal dari sini — hati

Teruntuk :

–Seorang adik yang terkadang menjelma jadi kakak

 

Perjalananku, perjalananmu –kita

Kita mengendap mimpi yg sama utk menjengkal tiap sudut di bumi-Nya

Namun kita lupa tentang bagaimana jalan menuju tujuan dari langkah ini.

Kau dan aku terlahir dari dunia sama….
Proses membuat kita berbeda banyak hal.
Tapi tidak tentang kegelisahan dan rindu –pada lezatnya masakan ibu.

Kita sepakat tentang hal ini.

 

Kuamang kuning, Juni 2016

****

(Tidak) Ada Jodoh Hari Ini

aanmansyur
salah satu puisi di ‘Tidak Ada New York Hari Ini’ by M Aan Mansyur

Oleh : Ekahei, korban teror pertanyaan ‘kapan nikah?’

 

Ketika ada yg bertanya tentang jodoh, aku melihat harapan indah membentang luas.
Tuhan sedang sibuk mempersiapkan kado terindah.

Dan, jika ada yg masih bertanya tentang jodoh…

menyerahlah dengan senyum terukir dan pada kepasrahan hati.

Jika pertanyaan tak kunjung pudar, aku sedang mempersiapkan diri menjemput kado terindah. 

Sampai Tuhan benar-benar mengizinkan aku mengenggam kado terindah tersebut.