Kuala Lumpur : A Beautiful day from a stranger

Suatu ketika di sebuah perjalanan – tentang mereka yang hadir tanpa sebuah nama, tapi tertanam di ingatan.– quote’s ekahei

Sebuah teriakan memaksa langkah kaki kami untuk berhenti. Menoleh ke belakang. Seorang perempuan bertubuh kurus dan berkulit tidak coklat seperti saya melambaikan tangan. Perempuan yang beberapa menit lalu saya hampiri sekedar bertanya dimana bisa menemui area jalan yang saya tuju.

Saya melempar pandang kepada kedua adik saya yang ekspresi mereka sulit saya pahami. Ragu saya mengikuti langkah perempuan tersebut yang memaksa saya untuk mengikutinya.

“ Saya antar you ke tempat tujuan,” begitu ia berujar.

Ia membawa langkah kami ke area bangunan yang agak sepi. Sebuah mobil L-200 menunggu. Jantung berdebar, pikiran negatif mulai bermunculan. Mata saya memandang awas satu persatu ke arah dua adik saya yang terlihat juga ragu. Perempuan itu memaksa kami menaiki mobil tersebut. Saya mengabaikan pikiran mengerikan, sudut hati berusaha menyakin bahwa tak akan terjadi apa-apa.

28535043_10214790539338378_1124925917_n
Mesjid Jamek ; Setelah di Renovasi, mesjid jamek jadi lebih keren dan adem plus menyenangkan.

 

Saya menarik napas. Ternyata mobil tersebut grab car yang ia pesan. Tapi, tetap saja hati saya tidak tenang. Sepanjang perjalanan kami banyak bermain dalam diam. Tubuh saya kaku dan bingung bagaimana bersikap – untuk pertamakalinya dalam sejarah perjalanan saya kebingungan bersikap pada orang asing.

Pun dengan dua adik saya yang baru pertamakali melakukan perjalanan keluar negeri. Tak banyak kalimat yang keluar dari mulut kami, si perempuan sibuk dengan ponsel dan berbicara dengan supir grab. Sampai dimana ia memngeluarkan selembar uang 20 RM yang membuat saya kebingungan bersikap : haruskah saya mengantikan uang si mbak tersebut?

Kami turun dekat kawasan Pudu, ia pun ikut turun. Dan menyakinkan apakah saya akan aman jika berjalan sendiri dan memahami arah tujuan. Ia memberi arahan kemana langkah kaki kami harus berjalan. Saya pun mengangguk. Saya mengucapkan terima kasih atas kebaikannya.

28511917_10214790539138373_1297245355_n
Dataran Merdeka : salah satu tempat populer di kalangan wisatawan asing — hal wajib disinggahi saat ke KL

 

Kami berjalan, dan saya menoleh ke belakang, ia masih mengawasi langkah kami. Setelah yakin baru ia menghampir sebuah bus yang melintas. Dan… satu jam berlalu, saya terdiam menyadari pertolongan Allah ditengah kelelahan kami melangkah mencari alamat hotel lewat kebaikan perempuan asing tersebut.

****

 

28459432_10214790539058371_410227706_n
Gedung Sultan Abdul Samad ; dibangun pada 1897 oleh A.C. Norman. Selama masa pendudukan Inggris di Malaya, gedung ini digunakan sebagai kantor beberapa departemen pemerintah. — Tak heran arsitekturnya khas bangunan tua di Inggris.

Kuala Lumpur bagi saya bukan sekedar tempat persinggahan untuk sebuah kata ‘liburan’,  tapi kota ini bagaikan berkunjung ke rumah seorang teman sekedar memperoleh rasa menyenangkan. Maka, tak banyak tempat yang sudah saya kunjungi di ibukota Malaysia tersebut.

Beberapa kali singgah, saya lebih senang duduk di Go KL dan menikmati perkotaan lewat kaca jendela bus gratis tersebut yang berakhir di KL Sentral dan kembali ke KLIA2 untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Yup, Kuala Lumpur tak ubahnya bagi saya persinggahan sesaat sekedar melampiaskan kesenangan belaka.

Menarik bagi saya adalah keragaman kota ini yang menyenangkan. Diantara gedung perkotaan, ragam etnis terlihat saling menghargai satu sama lain. Inilah menjadi alasan dasar saya mengajak dua adik saya untuk liburan ke negara tetangga tersebut awal tahun kemaren – bahwa hidup ini tak sekedar nikmatnya sepiring nasi Padang.

Jauh sebelumnya, saat saya masih duduk di bangku sekolah, Kuala Lumpur tak ubahnya sebuah kota yang membuat saya geram penuh amarah dengan ulah yang kerap diberitakan media ; entah menyiksa para butuh migran, entah soal perebutan budaya dan lain sebagainya. Sayangnya, semua terbantahkan ketika pertamakalinya melakukan solo traveling dan singgah di KLIA sekelompok Mahasiswa berkewarganegaraan Malaysia memberikan saya ice cream. – saya mah anaknya mudah luluh dengan makanan.

28535364_10214790539418380_71905608_n
BATIK ?!

Traveling mengajarkan saya untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang tentang keragamanan. Bersama dua adik saya, sayangnya karena menganggap sudah akrab dengan kota ini, saya memulai awal yang salah. Saya lupa memasang paket rooming dan mengabaikan stand simcard lokal. Alhasil, saat menuju penginapan, kami merepotkan diri dengan berjalan tak tentu dn bertanya pada beberapa orang yang ditemui.

Termasuk seorang perempuan muda berkulit putih dan bermata sipit.  Gayanya terlihat santai dengan baju kaos putihnya, dia akhirnya memberi arahan jalan yang harus kami tempuh saat saya bertanya mengenai daerah Pudu Lama, tempat dimana saya akan menginap.

Setelah beberapa ratus meter saya berjalan, tiba-tiba perempuan itu menyusul langkah kaki dan berteriak memanggil kami. Ia pun mengajak untuk ikut bersamanya yang sempat membuat saya curiga. Ternyata ia mengantarkan saya dengan grabcar yang ia order. Tadinya saya pikir ia hanya akan menyinggahi saya di suatu tempat, ternyata ia ikut turun dan memastikan bahwa kami aman sampai tujuan.

Saya tak mungkin lupa sorot mata kekhawatiran seorang kakak di sepasang matanya. Lama saya terpaku, yang akhirnya membuat saya menyesal tak memberi apa-apa selain ucapan terima kasih. Diam-diam saya menyelipkan sebuah do’a : semoga hal-hal yang baik di anugerah kepada perempuan tersebut.

28534129_10214790539458381_1524120189_n
Salah satu kawasan di mesjid Jamek ; terlihat potret pasangan nan romantis — ah semoga ekanya disegerakan menemui sahabat hati 🙂

****

Iklan

10 tanggapan untuk “Kuala Lumpur : A Beautiful day from a stranger

  1. Hehehe iyaa apalagi dikasih tiket pesawat *eh ngelunjak :p — heheheh sebenarnya milih main ke KL karena lebih dekat aja dari Padang. Mo nya si loncat ke Anfield , …. *kalem*

    Semoga ada rejeki mas hans utk main ke KL ya 🙂

  2. “Saya mah anaknya mudah luluh dengan makanan”
    Hahaha, aduh ngakak bacanya 😅😂
    Pembelaannya oke banget lah, ahhaha.
    Saya sendiri malah belum pernah ke KL.
    Next time deh kalo ada rejeki 😁

  3. @raunround Alhamdulillah kak… saya percaya selagi kita berusaha baik, insya Allah menemui hal yang baik-baik. Heheheh, awalnya sebenarnya takut kak… karena mikir kita bertiga ya bismillah aja 🙂

  4. Aku paling suka kalimat ini “Traveling mengajarkan saya untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang tentang keragamanan.”
    Bener banget kak, traveling jadi membuka pikiran 🙂

    Itu yang foto terakhir diblur aja nggak bisa apa? Sebel nih ngeliatnya -_-

  5. orang yang mau berbuat baik mah dimana-mana masih ada ya.

    semoga selalu diberkahi embak-embak itu.

    Tapi dirimu berani, eh, mau masuk ke dalam mobil orang tak dikenal. Aku mah pasti ¨no, thanks!¨

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s